Sering Konsumsi Makanan Olahan Jadi Penyebab Masalah Gizi di Indonesia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 27 Februari 2021 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 481 2369373 sering-konsumsi-makanan-olahan-jadi-penyebab-masalah-gizi-di-indonesia-7crddvuRRG.jpg Ilustrasi makanan olahan. (Foto: Freepik)

MASALAH gizi masih menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah Indonesia untuk segera diatasi. Salah satu penyebab yang mendasari permasalahan gizi masyarakat adalah pola konsumsi yang tidak baik dan seimbang.

Masih banyaknya penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan, ditambah lagi dengan situasi pandemi covid-19, membuat risiko permasalahan gizi makin meningkat di Tanah Air.

Baca juga: Terungkap, Pandemi Covid-19 Berdampak pada Kebutuhan Gizi Anak 

Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan dr Dhian P Dipo MA menjelaskan bahwa pola konsumsi masyarakat sangat berperan penting dalam permasalahan gizi di Indonesia. Ia pun menjabarkan penyebabnya berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) BPS 2019.

Ilustrasi makanan olahan. (Foto: Shutterstock)

"(Sebanyak) 95,5 persen populasi berusia >5 tahun tidak memenuhi konsumsi buah dan sayur yang dianjurkan yakni <400 gram per hari," terang dr Dhian dalam webinar 'Isi Piringku Anak Usia 4–6 Tahun' pada Jumat 26 Februari 2021.

Baca juga: Pengacara Buka Suara soal Kabar Cekcok Amanda Manopo dan sang Ibunda

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa masyarakat zaman sekarang lebih banyak mengonsumsi makanan dan minuman olahan (processed food) ketimbang makanan alami seperti daging, telur susu, buah-buahan, sayuran, ikan, dan padi-padian.

"Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi lebih tinggi. Jumlahnya tiga kali lipat dari daging, telur dan susu, empat kali lipat dari ikan, serta enam kali lipat dari buah dan sayuran," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini