Tidak Dicukur 5 Tahun, Domba Ini Miliki Bulu Seberat 35 Kg

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 27 Februari 2021 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 612 2369444 tidak-dicukur-5-tahun-domba-ini-miliki-bulu-seberat-35-kg-xaetRoVfXZ.jpg Domba Baarack memiliki bulu lebat seberat 35 kg. (Facebook Edgars Mission/Oddity Central)

SEEKOR domba liar mengalami nasib mengenaskan setelah bulunya tidak dicukur selama lima tahun. Alhasil, bulu domba tersebut tumbuh lebat dan tidak beraturan hingga menutupi seluruh bagian tubuhnya.

Foto-foto domba liar yang ditemukan di hutan Australia itu menjadi viral pada pekan ini, sebab jumlah bulunya sangat tidak wajar. Domba tersebut dinamakan Baarack oleh tim penyelamat di Edgar's Mission Farm Sanctuary dekat Lancefield, Victoria.

Baca juga: Sedang Hitung Domba, Kru Helikopter Justru Temukan Monolit Logam Misterius 

Domba tersebut diyakini pernah dimiliki oleh salah satu peternakan. Sayangnya, ear tag pada domba tersebut robek oleh lapisan bulu tebal kusut yang menempel ke bagian wajahnya.

Domba Baarack memiliki bulu lebat seberat 35 kg. (Facebook Edgars Mission/Oddity Central)

Ketika diselamatkan, Baarack hampir tidak terlihat seperti domba. Tubuhnya yang ramping tersembunyi di bawah tumpukan bulu yang kusut. Bahkan bulunya yang kusut memiliki berat mencapai 35 kilogram.

"Sementara kukunya dalam kondisi sangat baik meski sering menabrak bebatuan di hutan. Tapi, dia berada dalam kondisi yang buruk. Ia kekurangan berat badan. Lalu semua bulu di sekitar wajah membuat domba ini hampir tidak bisa melihat," kata Kyle Behrend dari Edgar's Mission, seperti dikutip dari Oddity Central, Sabtu (27/2/2021).

Baca juga: Tips Memilih Daging Domba Berkualitas 

Menurut dia, seekor domba perlu dicukur setidaknya setahun sekali. Jika tidak, bulu domba akan terus tumbuh dan berkembang, seperti yang terjadi pada Baarack sebelum diselamatkan.

Mencukur bulu domba biasanya membutuhkan waktu beberapa menit bagi staf di Suaka Peternakan Edgar’s Mission. Tapi dalam kasus Baarack, prosesnya berlangsung lebih dari satu jam lamanya.

Baarack beruntung karena orang-orang melihatnya di alam liar dan memberi tahu penyelamat di penangkaran hewan. Sebab, bulunya yang menggumpal besar sudah menjadi masalah serius.

"Setiap hari bulunya makin tumbuh, dan keadaannya memprihatinkan. Sementara peluangnya untuk bertahan hidup makin menipis. Banyak orang tidak menyadari bahwa wol dapat dengan mudah berubah menjadi bulu domba yang tidak praktis yang terus tumbuh sepanjang hidup seekor domba," tulis Edgar’s Mission.

Baca juga: Domba Termahal di Dunia, Harganya Capai Rp7,1 Miliar 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini