Hindari Kurang Tidur, Sangat Rentan Mengalami Rasa Cemas

Diana Rafikasari, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 03:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 481 2369884 hindari-kurang-tidur-sangat-rentan-mengalami-rasa-cemas-XsMvQCfyP5.jpg Ilustrasi kurang tidur. (Foto: Yanalya/Freepik)

RASA cemas ternyata bisa diakibatkan dari kurang tidur. Kondisi ini tentu menjadi salah satu gangguan kesehatan yang serius. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Biological Psychiatry: Cognitive Neuroscience and Neuroimaging oleh Elsevier.

"Studi ini memberi kita wawasan baru tentang bagaimana kurang tidur memengaruhi fungsi otak yang menimbulkan rasa cemas," jelas Cameron Carter MD, editor jurnal tersebut, seperti dilansir Times Now News.

Baca juga: Masih Sulit Tidur? Ikuti 3 Tips Berikut Deh 

Studi yang dipimpin Anne Germain PhD dari University of Pittsburgh serta Edward Pace-Schott PhD dari Harvard Medical School dan Massachusetts General Hospital ini mempelajari 150 orang dewasa yang sehat di laboratorium tidur.

Ilustrasi kurang tidur. (Foto: User18526052/Freepik)

Sepertiga subjek mendapat tidur normal, sepertiga dibatasi tidurnya jadi hanya tidur pada paruh pertama malam, lalu sepertiga lainnya kurang tidur sehingga tidak tidur sama sekali. Di pagi hari, semua subjek mengalami kondisi rasa cemas.

"Tim kami menggunakan model eksperimental tiga fase untuk memperoleh dan mengatasi kenangan menakutkan saat otak mereka dipindai menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional," ungkap dr Pace-Schott.

Baca juga: Remaja Kurang Tidur Rentan Mengalami Depresi 

Pencitraan otak yang direkam selama tugas menunjukkan aktivasi di area otak yang terkait dengan regulasi emosional, seperti korteks prefrontal, pada orang yang mendapatkan tidur normal. Tetapi aktivitas otak terlihat sangat berbeda pada orang dengan tidur terbatas.

"Kami menemukan bahwa di antara tiga kelompok, mereka yang hanya tidur setengah malam menunjukkan aktivitas paling banyak di wilayah otak yang terkait dengan rasa takut dan paling sedikit aktivitas di area yang terkait dengan pengendalian emosi," ungkap dr Pace-Schott.

Anehnya, orang yang tidak tidur kekurangan aktivasi otak di area yang berhubungan dengan rasa cemas selama pengondisian rasa takut dan kepunahan. Selama ingatan kepunahan 12 jam kemudian, aktivitas otak mereka tampak lebih mirip dengan orang-orang yang tidur normal, menunjukkan bahwa tidur malam yang terbatas lebih buruk daripada tidak sama sekali.

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa tidur hanya setengah malam mengakibatkan hilangnya gerakan mata cepat (REM) tidur yang telah terbukti penting untuk konsolidasi memori dan biasanya terjadi menjelang akhir periode tidur normal.

Baca juga: Kurang Tidur Bisa Bikin Perut Lapar Terus 

"Studi menggunakan pencitraan otak non-invasif untuk memberi kita jendela baru tentang bagaimana kurang tidur mengganggu mekanisme kepunahan rasa cemas normal dan berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap gejala stres pascatrauma," papar dr Carter.

Menurut dr Pace-Schott, pekerja medis serta tentara seringkali membatasi atau mengganggu tidur daripada tidak tidur sepanjang malam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini