Jangan Olahraga Berlebihan, Ini Deretan Bahayanya untuk Tubuh

Antara, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 04:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 481 2369888 jangan-olahraga-berlebihan-ini-deretan-bahayanya-untuk-tubuh-efrzDwbM26.jpg Ilustrasi olahraga. (Foto: Okezone)

OLAHRAGA secara berlebihan ternyata sangat membahayakan kesehatan tubuh. Alih-alih ingin mendapatkan kesehatan dan kebugaran, justru bisa mengakibatkan sebaliknya.

Seperti dilansir Antara, olahraga harus dilakukan dengan dosis yang tepat. Kemudian setiap orang memiliki kebutuhan berbeda-beda untuk intensitasnya.

Baca juga: Kurang Tidur Bisa Bikin Perut Lapar Terus 

"Setiap orang itu berbeda, kalau berlebihan enggak baik atau overtraining. Kita kalau olahraga juga enggak bisa mengikuti kecepatan orang lain, makanya kalau saya meresepkan olahraga targetnya bukan berapa kilo, tapi targetnya adalah hitungan nadi dan waktu," kata Dokter Grace Joselini Corlesa MMRS, SpKO, spesialis kedokteran olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dalam forum 'Bergerak Aktif dan Optimal' beberapa waktu lalu.

Olahraga. (Foto: Shutterstock)

Olahraga secara berlebihan bisa memberi dampak yang buruk terhadap kesehatan. Beberapa ciri dari olahraga yang berlebihan di antaranya jantung berdetak kencang meski tidak berolahraga, sering lelah, sulit berkonsentrasi, suasana hati mudah berubah, dan sering cedera.

Baca juga: Cara Tidur Bikin Wajah Cepat Tua Loh, Ini 5 Cara Mengatasinya 

Dokter Grace juga menyebutkan beberapa ciri lain dari seseorang yang berlebihan olahraga adalah gangguan menstruasi, sering tidak enak badan, berat badan turun drastis, depresi, dan daya tahan tubuh melemah.

"Badan terasa nyeri, dehidrasi, radang tendon, gangguan tidur, nafsu makan berkurang, sering flu dan gangguan jantung atau aritmia," papar dr Grace.

Jika mulai mengalami gejala-gejala akibat olahraga berlebihan, ia menyarankan untuk segera mengurangi frekuensi olahraga. Selain itu, cukupi juga konsumsi makanan sehat dan air minum.

"Berhenti dulu olahraganya, dijeda dulu, konsultasi, bukan berhenti total tapi dikurangi atau diganti jenis olahraganya. Terus frekuensinya dikurangi, cukupi waktu istirahat, istirahat juga bagian dari olahraga dan yang paling penting analisa dari dokter," pungkas mantan dokter timnas sepakbola wanita AFF ini.

Baca juga: Jangan Sering Begadang, Ini Bahaya Tidur Kurang dari 8 Jam Semalam! 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini