Nia Ramadhani Lemot Gara-Gara Kurang Zat Besi?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 481 2370040 nia-ramadhani-lemot-gara-gara-kurang-zat-besi-WZBeSIspws.jpg Nia Ramadhani (Foto : Instagram/@ramadhaniabakrie)

Asisten Nia Ramadhani, Theresa Wienathan, menjelaskan bahwa lemotnya Nia saat berpikir karena kekurangan zat besi. Penyakit tersebut yang mengharuskan Nia menjalani terapi suntik zat besi.

Selain lemot, penyakit kekurangan zat besi juga membuat Nia Ramadhani diketahui mudah merasa capek, dan karena itu dia jadi susah berolahraga. Kemudian, penyakit kekurangan zat besi juga membuat istri Ardi Bakrie tersebut mengalami masalah penglihatan.

Tapi, menjadi pertanyaan sekarang benarkah kekurangan zat besi bisa membuat seseorang lemot atau proses berpikirnya menjadi sangat lambat?

Nia Ramadhani

Laman Web MD melaporkan bahwa kekurangan zat besi dalam jumlah sedang dapat mengganggu pemikiran wanita. Tetapi suplemen zat besi dapat membantu mengembalikan kinerja otak dan memulihkan defisit memori yang disebabkan kekurangan zat besi.

Baca Juga : Nia Ramadhani Sakit Kekurangan Zat Besi, Apa Itu?

Baca Juga : Menerka Penyebab Nia Ramadhani Sakit Kekurangan Zat Besi

Penelitian mengenai hal tersebut diketahui jadi salah satu yang pertama dari jenisnya yang menghubungkan kekurangan zat besi dengan perlambatan dalam berpikir dan memori, serta menunjukkan bahwa mengganti zat besi dapat memperbaiki kekurangan tersebut.

Studi ini dilakukan dengan memberikan serangkaian tes pembelajaran dan memori kepada lebih dari 100 wanita berusia 18 hingga 35 tahun, sekitar setengah dari mereka mengalami kekurangan zat besi ringan tetapi tanpa anemia. Kekurangan zat besi parah menyebabkan anemia.

"Tes dilakukan dengan mengamati subjek penelitian dan meminta mereka untuk mengingat barisan gambar yang ditampilkan di layar komputer. Rerata mereka memiliki kadar zat besi normal melewatkan delapan pertanyaan dari 54. Sementara perempuan dengan masalah kekurangan zat besi melewatkan dua kali lipat pertanyaan dibanding perempuan yang jumlah zat besinya normal," papar Laura Murray-Kolb, PhD, peneliti nutrisi di Pennsylvania State University dan ketua di penelitian ini.

Hasil studi itu menerangkan bahwa faktanya, ada perbedaan pada perempuan dengan zat besi yang normal dengan perempuan yang kekurangan zat besi.

Lebih lanjut, untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti mencoba memberikan asupan zat besi pada perempuan yang lemot sebanyak 60 miligram per hari dan kemudian mengukur kadar zat besi untuk memastikan bahwa pil tersebut mengembalikan kadar zat besi ke normal.

"Setelah empat bulan, wanita yang mengalami defisiensi atau kekurangan zat besi dites kembali dan hasilnya mereka melakukan tugas sebaik wanita yang kadar zat besinya normal," papar Laura

"Kabar baiknya adalah bahwa penggantian memang membantu mengembalikan fungsi ke normal," singkatnya. Studi ini diungkapkan pada pertemuan American Physiological Society.

Menjadi catatan di sini ialah perempuan dengan kadar zat besi normal dan mengonsumsi suplemen zat besi, tidak memberi efek apapun. Jadi, terapi penambahan zat besi ini memang efektif hanya pada perempuan yang kekurangan zat besi. Itu kenapa, terapi yang dijalani Nia Ramadhani adalah penyuntikkan zat besi.

"Satu catatan penting, kelebihan zat besi akan memberi dampak buruk pada kesehatan tubuh, salah satunya adalah masalah kerusakan hati. Jadi, penting sekali sebelum memutuskan mengonsumsi zat besi, periksakan kadar zat besi tubuh Anda terlebih dahulu supaya terapi tidak malah membuat tubuh Anda bermasalah," tambah Laura.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini