Tantangan yang Bakal Dihadapi dari Vaksinasi Gotong Royong

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 481 2370207 tantangan-yang-bakal-dihadapi-dari-vaksinasi-gotong-royong-EnEErsOnC2.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang tertuang dalam PMK No. 10 Tahun 2021 tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19. Kebijakan tersebut mengatur tentang upaya Vaksinasi Gotong Royong yang akan dilakukan pemerintah dalam upaya mempercepat kekebalan kelompok (Herd immunity).

Meski demikian, Vaksinasi Gotong Royong tersebut bisa menimbulkan beberapa masalah apabila tidak disosialisasikan dan dinarasikan dengan baik. Hal ini diungkapkan oleh Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i, mengatakan nanti ke depannya (Prognosis), masyarakat akan berpikir bahwa orang yang punya akses saja yang lebih cepat mendapatkan vaksin.

“Jadi jangan sampai orang berpikir tidak adil hanya orang tertentu saja yang cepat divaksin. Proses berpikir ini harus kita cegah dan ditangkal lebih awal. Dan celah potensi korupsi harus betul-betul diawasi. Artinya ini bukan suatu yang sederhana dan ringan, karena cukup sensitif dan potensial,” terang dr. Fajri, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (1/3/2021).

Vaksin Covid-19

Lebih lanjut dr. Fajri mengatakan kegiatan vaksinasi mandiri akan berjalan efektif ketika dibicarakan, disosialisasikan, dan diimplementasikan dengan baik. Caranya dengan sangat hati-hati, dan jangan sampai berebut tentang harga, pemilihan, dan besarnya perusahaan yang akan membeli vaksin. Intinya, nanti akan ada banyak orang yang ingin membeli vaksin.

“Jadi semua tentang bagaimana cara mengelola ini agar tepat dan celah yang tadi bisa tertutup dan menarasikan itu sebagai bentuk upaya vaksinasi. Isu ini harus dikelola dengan baik supaya, bagaimana vaksinasi yang menjadi harapan banyak orang ini, jangan menjadi counter produktif,” lanjutnya.

Baca Juga : Potret Yuni Shara Seksi Pakai Baju Ketat, Bodi Aduhai bak ABG!

Dokter Fajri berpesan bahwa pemerintah harus bisa memberikan penjelasan, jangan sampai terdapat miss persepsi, atau miss informasi, lalu digoreng oleh para pencinta konspirasi. Jangan sampai mereka berpikir vaksinasi tidak adil. Hanya beberapa orang yang bisa di vaksin sehingga menimbulkan statemen vaksin itu bisnis dan lain-lain.

“Jangan sampai masyarakat yang mengambang, dalam arti masih ragu untuk divaksin dan mempertanyakan vaksin efektif harus dinarasikan dengan baik,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini