Cedera saat Olahraga Jangan Langsung Dipijat, Simak Bahayanya

Antara, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 22:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 481 2370469 cedera-saat-olahraga-jangan-langsung-dipijat-simak-bahayanya-8l8ppNySQ2.jpg Ilustrasi mengatasi cedera. (Foto: Okezone)

BANYAK orang mengatasi cedera saat olahraga dengan dipijat. Tapi ternyata ini tidak tepat, karena bisa memperparah atau menimbulkan pembengkakan.

Dijelaskan, pemijatan dapat menyebabkan meningkatnya perdarahan dan bengkak pada daerah yang cedera. Bahkan, berpotensi memperberat serta memperlambat masa penyembuhan.

Baca juga: Perlunya Pemanasan agar Tak Cedera saat Olahraga 

"Penderita cedera jangan dipijat karena itu akan menambah perdarahan dan pembengkakan, apalagi kalau tiga hari pertama, itu akan makin jadi bengkaknya," jelas dr Andi Nusawarta MKes SpOT (K), subspesialis bidang Sports Injury dan Arthroskopi di RSCM, dalam bincang-bincang virtual beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari Antara.

Olahraga. (Foto: Ryan McGuire/Pixabay)

Ia melanjutkan, boleh saja melakukan pemijatan asalkan sudah tidak terjadi pembengkakan. "Kalau mau pemijatan jangan di awal-awal, tapi kalau tanda-tanda inflamasi sudah hilang tidak apa-apa," terangnya.

Untuk meminimalkan risiko cedera otot, sendi, dislokasi, hingga patah tulang perlu melakukan pemanasan serta pendinginan saat olahraga.

Baca juga: Jangan Olahraga Berlebihan, Ini Deretan Bahayanya untuk Tubuh 

"Cedera terjadi karena pemanasan dan pendinginan yang tidak memadai, intensitas, frekuensi, durasi dan jenis latihan yang tidak sesuai," ungkap dr Andi.

"Selain itu, bisa juga karena kelainan struktur misal panjang tungkai tidak sama, sendi dan ligamen lemah," imbuhnya.

Selama masa pandemi covid-19, banyak orang yang memilih olahraga di rumah dengan mengikuti latihan-latihan dari YouTube ataupun televisi. Menurut dr Andi, hal tersebut tidaklah salah asalkan tak memaksakan diri.

Baca juga: 4 Cara Mudah Turunkan Berat Badan, Lakukan Selama 3 Bulan Ya 

"Yang perlu diwaspadai adalah gerakan-gerakan yang tidak terbiasa dilakukan. Misal mau senam, yang kita lihat di YouTube kan orangnya sudah terbiasa kalau kita baru mulai, kadang belum mahir," katanya.

Ia melanjutkan, "Yang harus diwaspadai tingkatkan intensitasnya secara perlahan, kalau ngikutin kecepatannya susah, kita lambat enggak apa-apa."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini