Perut Buncit Bisa Jadi karena Hormon, Kenali Tandanya

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 05:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 481 2370507 perut-buncit-bisa-jadi-karena-hormon-kenali-tandanya-lzGIRzhk79.jpg Ilustrasi perut buncit. (Foto: Shutterstock)

MENURUNKAN berat badan tidaklah mudah. Sementara menghilangkan lemak di perut buncit terasa lebih sulit. Jika telah mencoba segalanya, mulai diet hingga olahraga berat, tapi berat badan dan lemak perut buncit belum juga turun, bisa jadi ini karena hormon di tubuh.

Hormon mengatur berbagai fungsi tubuh termasuk metabolisme, stres, rasa lapar, dan bahkan dorongan seks. Jika hormon rusak, maka dapat menyebabkan kekurangan hormon tertentu yang bisa menimbulkan lemak perut. Lemak perut yang disebabkan ketidakseimbangan hormon disebut perut hormonal.

Baca juga: 3 Cara Praktis Hilangkan Perut Buncit, Wajib Dicoba Nih 

Tidak salah, ada beberapa kondisi hormonal yang bisa memicu terjadinya perut buncit. Ini termasuk PCOS tiroid yang kurang aktif dan bahkan menopause. Ketidakseimbangan hormon juga bisa disebabkan obesitas, pemicunya lingkungan, stres berlebihan, dan bahkan beberapa obat.

Seperti dilansir laman Times of India, Selasa (2/3/2021), berikut empat tanda yang menunjukkan bahwa perut buncit disebabkan faktor hormonal.

Perut buncit. (Foto: Shutterstock)

1. Tidak merasa kenyang setelah makan

Apakah Anda merasa tidak kenyang setelah makan makanan lengkap? Jika ini terjadi maka itu berarti hormon seks Anda secara tidak langsung memengaruhi hormon yang mengatur metabolisme.

Kadar estrogen yang rendah dalam tubuh bisa membuat merasa lapar setelah makan. Estrogen memengaruhi leptin dan makin banyak leptin yang dimiliki maka makin bermasalah.

Jika kadar testosteron naik, leptin menurun. Leptin membantu mengatur berat badan dan memiliki pengaruh besar pada keseimbangan energi.

Baca juga: Yuk Berantas Perut Buncit dengan 4 Olahraga Ini 

2. Selalu menginginkan makanan manis

Jika selalu menginginkan makanan yang mengandung gula, ada kemungkinan besar tubuh Anda berjuang melawan resistensi insulin. Jika terjadi resistensi insulin, tubuh tidak dapat menyerap gula dari aliran darah yang membuat sel kekurangan karbohidrat.

Ini dapat berdampak negatif pada kadar leptin. Dengan penurunan kepekaan terhadap leptin dan insulin, Anda akan terus makan yang manis-manis dan tidak tahu kapan harus berhenti yang menyebabkan lemak perut hormonal.

3. Merasa stres

Saat Anda stres, kelenjar adrenal melepaskan kortisol yang membantu tubuh merespons dengan tepat. Ketika Anda stres sepanjang waktu, kelenjar adrenal mulai memproduksi lebih banyak kortisol daripada yang dibutuhkan tubuh. Kadar kortisol yang tinggi meningkatkan detak jantung, tekanan darah, gula darah dan lemak perut.

Baca juga: Tak Perlu Sedot Lemak, Lakukan 5 Hal Ini Guna Menghilangkan Perut Buncit 

4. Tambah berat badan hanya di bagian perut

Menopause bisa menjadi masalah dan mengubah tubuh Anda dengan lebih dari satu cara. Ketika estrogen turun, ada kemungkinan besar Anda bisa menambah berat badan, terutama lemak perut dibandingkan dengan paha, pinggul, dan bokong.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini