Pemerintah Diminta Bantu Sosialisasikan Bahaya Tali Masker

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 01 Maret 2021 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 612 2370276 pemerintah-diminta-bantu-sosialisasikan-bahaya-tali-masker-InQ5b2l9SY.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

TREN penggunaan tali masker kian merebak di masyarakat. Metode ini dinilai cukup praktis karena dapat membantu seseorang apabila hendak melepaskan maskernya agar tidak jatuh. Meski demikian, cara ini menimbulkan banyak perdebatan.

Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i mengatakan bahwa tren menggunakan tali masker tidak dianjurkan. Sebab, cara ini berpotensi menimbulkan kontaminasi silang dari masker menuju baju ataupun sebaliknya. Ia pun meminta pemerintah untuk tegas dalam menyikapi hal ini.

"Saran saya bagi pemerintah mengenai tren tali masker yang telah menjadi peluang bisnis, sebaiknya dilarang dan diimbau berulang-ulang. Karena kalau sudah jadi tren, melihat fungsinya adalah nomor dua dan fashionnya nomor satu,” terang dr. Fajri, dalam wawancara eksklusif dengan MNC Portal Indonesia, Senin (1/3/2021).

Masker

Sebagai salah satu cara untuk mencegah tren menjadi suatu kebiasaan yang tidak baik, dr. Fajri menyarankan bahwa pemerintah sebaiknya menetapkan regulasi dalam mengenakan masker yang baik dan benar selama masa pandemi Covid-19.

"Jadi pemahaman ini harus diubah dan pemerintah harus menetapkan regulasi, kalau tidak ada regulasi setidaknya penekanannya berulang kalau ini itu berbahaya sehingga orang sering membuka masker dan ini adalah kebiasaan yang tidak baik," tuntasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini