6 Fakta tentang Gangguan Bipolar

Diana Rafikasari, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 481 2370744 6-fakta-tentang-gangguan-bipolar-UgS8MX5h8C.jpg Merasa sedih (Foto: Tes)

Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi yang drastis. Fluktuasi ekstrim dalam suasana hati adalah gejala utama dari gangguan ini.

Hal ini ditandai dengan suasana hati yang sangat hiperaktif dan tinggi yang disebut mania, dan di sisi lain, itu termasuk episode depresi yang ekstrim. Inilah sebabnya mengapa gangguan bipolar juga dikenal sebagai depresi manik.

Gangguan ini menyebabkan pasang surut emosi dalam suasana hati seseorang. Penyebab utama gangguan bipolar tidak diketahui, tetapi kemungkinan disebabkan karena faktor-faktor tertentu seperti ketidakseimbangan kimiawi di otak, syok atau pengalaman traumatis dalam hidup, gen, dan perubahan struktur otak. Gangguan mental ini juga mengganggu energi dan kemampuan penderita untuk berfungsi secara normal.

Tubuh dan perilaku Anda mulai menunjukkan beberapa tanda awal jika Anda menderita gangguan bipolar. Di antaranya adalah perubahan suasana hati yang cepat (tinggi dan rendah), insomnia, penilaian yang terganggu, berbicara dengan cepat, merasa gembira, kesedihan yang ekstrim dan perasaan suram, nafsu makan meningkat atau tidak ada nafsu makan sama sekali, sensitivitas terhadap bau dan suara, konsentrasi yang buruk dan kelelahan yang meningkat.

Berikut 6 fakta tentang gangguan bipolar dilansir dari Times Now News.

 ibu hamil

1. Gangguan bipolar dapat memburuk selama kehamilan

Wanita hamil cenderung merasakan lebih banyak gejala daripada biasanya. Episode mania dan depresi sering terjadi selama kehamilan. Kehamilan berkaitan dengan perubahan hormon yang dapat memicu gejala dan episode bipolar pada wanita.

2. Bisa merasakan mania dan depresi pada saat yang sama

Kondisi ini dikenal sebagai mania campuran. Di mana Anda akan merasa gembira dan tertekan pada saat yang bersamaan. Ini memiliki dampak yang sangat kuat pada kesehatan mental dan dapat memperburuk kondisi.

3. Gangguan bipolar juga menyerang anak-anak

Orang umumnya percaya bahwa tanda-tanda gangguan bipolar mulai terlihat pada akhir usia 20-an tetapi ini tidak benar. Itu juga dapat mempengaruhi anak-anak. Anak-anak mengalami serangan parah yang bisa berbahaya. Seringkali sulit untuk mendeteksi bipolar pada anak-anak.

4. Ada 3 jenis gangguan bipolar

Gangguan bipolar lebih dari sekadar fluktuasi suasana hati. Ini dari tiga jenis yang berbeda, gangguan bipolar I, gangguan bipolar II, dan gangguan siklotimik. Ada juga variasi gejala dari setiap jenis kelainan.

5. Tidak ada pola fluktuasi mood yang tetap

Episode gangguan bipolar juga bisa bersifat individual dan berbeda pada setiap orang. Seseorang bisa mengalami mania berkepanjangan selama berminggu-minggu dan kemudian episode depresi pendek atau sebaliknya.

6. Gangguan bipolar tidak mudah didiagnosis

Gangguan bipolar sering disalahartikan sebagai depresi. Ini membutuhkan riwayat medis yang signifikan dan perhatian yang cermat perlu diberikan untuk mencatat fluktuasi suasana hati dan frekuensinya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini