Menristek: Bibit Vaksin Merah Putih Akhir Maret Diserahkan ke Bio Farma

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 481 2370862 menristek-bibit-vaksin-merah-putih-akhir-maret-diserahkan-ke-bio-farma-BggboZ0ev1.jpg Menristek Bambang Brodjonegoro. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan bibit Vaksin Merah Putih kemungkinan akhir Maret diserahkan ke pihak PT Bio Farma. Saat ini Vaksin Merah Putih masih menjalani tahapan laboratorium dan sudah mencapai hampir 100 persen.

"Vaksin Merah Putih ini rencananya mungkin dekat akhir bulan ini kita akan serahkan bibit vaksinnya ke Bio Farma. Jadi tahapan di laboratorium sudah hampir 100 persen. Tahapan berikutnya tak kalah menantang yakni di bagian manufacturing-nya," ungkap Bambang dalam webinar 'Inovasi Pulihkan Indonesia', Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Menristek: Tahapan Laboratorium Vaksin Merah Putih Sudah Hampir 100% 

Ia melanjutkan, produksi Vaksin Merah Putih masih membutuhkan beberapa tahapan lagi. Tahapan yang harus dilakukan berikutnya masih begitu kompleks.

Ilustrasi Vaksin Merah Putih. (Foto: Freepik)

"Setelah Bio Farma dapat bibit vaksin, mereka harus lakukan proses optimasi, purifikasi (pembersihan), baru kemudian uji klinis 1, 2, hingga uji klinis 3. Sebelum nantinya dapat izin penggunaan darurat dari Badan POM. Baru setelah itu diproduksi massal dan baru dilanjutkan untuk program vaksinasi," jelasnya.

Baca juga: Menristek Bambang Jelaskan Alasan Pengembangan Vaksin di Indonesia Butuh Waktu Lama 

Kemudian terkait harga Vaksin Merah Putih, Bambang menyebut perkiraan harga akan tergantung PT Bio Farma. Namun karena proses penelitian dan uji klinis sudah mendapat dana dari pemerintah, kemungkinan harganya nanti bisa lebih murah jika dibandingkan vaksin covid-19 yang diimpor dari luar negeri.

"Otomatis perkiraan harga tergantung Bio Farma, yang jadi faktor harga nanti itu biaya produksi yang dilakukan. Bisa lebih murah daripada vaksin yang datang dari luar, range harga belum bisa diprediksi tapi di bawahlah karena untuk riset dan uji klinis sudah dapat dana. Jadi mudah-mudahan USD5 atau kurang dari USD5," ujar Bambang.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini