Setahun Pandemi, Menristek Ungkap Inovasi Baru Perawatan Pasien Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 481 2370916 setahun-pandemi-menristek-ungkap-inovasi-baru-perawatan-pasien-covid-19-iXFSvS3WWd.jpg Menristek Bambang Brodjonegoro (Foto : Dok.Okezone)

Pandemi Covid-19 sudah setahun melanda Indonesia, dimuali sejak Maret 2020. Setahun berlalu, adakah perkembangan yang terjadi dalam hal penanganan pasien positif Covid-19 di Indonesia?

Seperti dijelaskan olen Menristek Bambang Brodjonegoro, kini pemerintah fokus pada 1 T yakni treatment pada pasien yang dikelompokkan menurut tingkat infeksi penyakit Covid-19 itu sendiri.

“Terkait 1 T dari pemerintah yakni treatment, di mana saat ini tergantung dari tingkat infeksi Covid. Pasien yang kategori ringan ke sedang atau sedang ke berat, saat ini kita sedang menuntaskan tahapan uji klinis 2 dan 3 dari terapi plasma konvalesen. Sejauh ini, dari uji klinis yang sudah ada (terutama di uji klinis 1) tingkat kesembuhannya 100% untuk dua kategori tersebut,” papar Menristek Bambang, dalam perhelatan acara Inovasi Pulihkan Indonesia, Selasa (2/3/2021).

Pasien Covid-19

(Foto : Ilustrasi)

Sementara untuk pasien yang sakitnya berat, maka pendekatan treatment yang diterapkan adalah dengan stem cell. Treatment stem cell, disebut Menristek Bambang dalam uji klinisnya bisa memberikan harapan kesembuhan 2,5 lebih baik daripada pasien yang tidak diberikan terapi stem cell sama sekali.

Baca Juga : Setahun Pandemi, Wamenkes: Indonesia Miliki Kemandirian Melakukan Perawatan

Baca juga: 1 Tahun Pandemi Covid-19, Wamenkes: Masyarakat Mulai Jenuh dan Frustrasi

Sedangkan kepada orang-orang yang positif Covid-19 namun tak mengalami gejala. Saat ini pihak Kementerian Riset dan Teknologi diketahui tengah menunggu hasil dari Badan POM terkait immunomodulator (zat atau substansi yang dapat mempengaruhi sistem imun)

“Kita masih menunggu hasil dari BPOM terkait immunomodulator yang spesifik Covid-19. Jadi ini semacam suplemen yang barangkali bisa bantu pasien tanpa gejala, kita juga inginkan ini bisa juga mencegah seseorang terkena Covid-19. Tapi ini juga kita masih nunggu ketentuan dari Badan POM,” tutupnya singkat.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini