WHO: Angka Infeksi Global Covid-19 Naik untuk Pertama Kalinya Dalam 7 Pekan

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 481 2370990 who-angka-infeksi-global-covid-19-naik-untuk-pertama-kalinya-dalam-7-pekan-U1RDzEPnjm.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Chilliwack Progress)

Awal Maret 2021 diawali dengan kabar kurang baik terkait situasi terkini pandemi Covid-19, yang disampaikan langsung oleh Badan Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO).

Dilapor Reuters, Selasa (2/3/2021) Senin, 1 Maret kemarin WHO diketahui baru saja mengumumkan bahwa angka kasus infeksi Covid-19 secara global telah mengalami kenaikan untuk pertama kalinya dalam kurun waktu tujuh pekan.

 virus corona

“Kita perlu peringatan keras yang diperuntukkan bagi kita semua, jika kita biarkan virus ini akan kembali melambung. Kita tak bisa membiarkan itu,” ujar Maria Van Kerkhove, Pimpinan Teknis WHO untuk Covid-19.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan, kenaikan kasus positif yang mengecewakan ini sebetulnya bukan jadi sesuatu yang mengagetkan. Tedros memperingatkan negara-negara di dunia, jangan sampai lengah alias longgar dalam melakukan upaya perlawanan melawan penyakit Covid-19 ini.

Tersedianya vaksin Covid-19, disebut Tedros masih terlalu dini untuk dijadikan andalan tunggal negara-negara di dunia dalam melawan pandemi Covid-19, kemudian jadi bisa mengabaikan upaya lainnya.

“Jika negara-negara hanya mengandalkan vaksin, mereka salah. Langkah-langkah mendasar soal kesehatan masyarakat tetap menjadi dasar respons,” imbuh Tedros.

Senada dengan Tedros, Mike Ryan selaku Ahli Darurat WHO mengungkapkan, walaupun saat ini kondisi pandemi global sudah lebih baik jika dibandingkan situasi 10 pekan lalu, sebelum peluncuran vaksin Covid-19 dimulai.

Namun ia menekankan, tetap saja belum bisa dikatakan kalau dunia global virus Sars-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 sudah terkendali.

“Masalahnya adalah, kita umat manusia mengontrol virus dan virus yang mengendalikan kita dan sekarang ini, virus yang sedang banyak memegang kendali,” tegasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini