Setahun Pandemi Bikin Indonesia Sadar Tak Punya Produsen Ventilator

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 481 2371032 setahun-pandemi-bikin-indonesia-sadar-tak-punya-produsen-ventilator-LumBMEd6wQ.jpg Ilustrasi ventilator pasien covid-19. (Foto: Reuters)

VENTILATOR menjadi salah satu alat kesehatan esensial di masa pandemi covid-19 seperti saat ini. Mengingat, setiap pasien positif covid-19 yang masuk kategori berat membutuhkan satu unit ventilator sebagai alat bantu pernapasan ketika menjalani perawatan di rumah sakit.

Terkait ketersediaan alat kesehatan esensial seperti ventilator di Indonesia, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menyebut kondisi pandemi covid-19 yang sudah berlangsung 1 tahun ini akhirnya membuat Indonesia tersadar jika negeri ini begitu kekurangan alat ventilator.

Baca juga: Positif Covid-19, Penderita Hipertensi Diimbau Lanjutkan Konsumsi Obat 

"Kita lihat kurangnya ventilator di fasilitas-fasilitas kesehatan di Indonesia. Akhirnya beberapa institusi perguruan tinggi, lembaga, perusahaan melahirkan berbagai macam ventilator. Ini artinya upaya kita untuk bisa mengurangi ketergantungan impor alat kesehatan berhasil dilakukan," ujar Bambang dalam acara 'Inovasi Pulihkan Indonesia', Selasa (2/3/2021).

Ventilator. (Foto: Medicalnewstoday)

Namun, kata dia, masalah tidak terhenti di situ. Pada kenyataannya sumber daya pikiran manusia dari para peneliti, perekayasa, dan dosen-dosen di bidang kesehatan serta penyakit covid-19 saja tidak cukup.

Baca juga: Dokter: Komorbid Tidak Sebabkan Reaksi Alergi Usai Vaksinasi Covid-19 

Bambang tidak menampik pandemi covid-19 membuat Indonesia tersadar jika negara ini tidak memiliki perusahaan produsen yang bisa memproduksi ventilator.

"Secara logika, secara konsep bisa dibuat. Contohnya ventilator mengembangkan sampai prototipe itu masih bisa dilakukan pihak universitas dan lembaga penelitian. Ketika sudah lulus uji, dapat izin edar, lalu harus diproduksi massal biar bisa dipakai di seluruh Indonesia. masalah lainnya adalah siapa nih pabriknya?" lanjut dia.

Ia mengungkapkan, akhirnya karena keadaan yang darurat maka pabrik automotif dan alutsista (senjata) sebagian mendedikasikan unitnya untuk memproduksi ventilator.

Baca juga: Eijkman: Diharapkan Izin Vaksin Merah Putih Didapat pada Pertengahan 2022 

"Enggak ketemu perusahaan produsen ventilator, karena enggak pernah bikin ventilator sebagai produk mereka. Akhirnya pabrik yang aslinya tidak didesain untuk bikin ventilator, seperti pabrik automotif dan senjata mendedikasikan beberapa unit alat-alatnya untuk bikin, sebab sebetulnya pabrik-pabrik ini punya komponen untuk bisa bikin ventilator itu," tutur Bambang.

Langkah ini ditempuh demi upaya percepatan penanganan covid-19 di Indonesia. Sekaligus penegakan kemandirian Indonesia terkait pengadaan kebutuhan alat kesehatan sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini