Mengetahui Pemicu Asma, Sakit yang Diderita Rina Gunawan Sebelum Meninggal

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 22:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 481 2371173 mengetahui-pemicu-asma-sakit-yang-diderita-rina-gunawan-sebelum-meninggal-z6YYZwAS5J.jpg Rina Gunawan. (Foto: Instagram @rinagunawan74)

KABAR duka datang dari artis senior Rina Gunawan. Istri dari aktor Teddy Syah tersebut wafat di Rumah Sakit Pertamina Simprug, Jakarta Selatan, pada hari ini, Selasa 2 Maret 2021, pukul 18.45 WIB. Rina Gunawan meninggal dunia dalam usia 46 tahun setelah mengalami sesak napas akibat asma dan diduga positif covid-19.

Covid-19 sendiri memang menjadi salah satu penyakit yang menakutkan, khususnya bagi para penderita asma. Sebab, penyakit ini sama-sama menyerang sistem pernapasan. Oleh karena itu, mengontrol asma yang diderita serta mencegah terjadinya asma adalah salah satu pilihan yang tepat untuk dilakukan selama masa pandemi covid-19.

Baca juga: Rina Gunawan Punya Penyakit Asma Sebelum Positif Covid-19 

Gejala asma bisa disebabkan beberapa faktor, di antaranya genetik dan lingkungan. Penderita asma biasanya memiliki faktor genetik yang membuatnya rentan terhadap asma.

Menurut laporan National Heart, Lung, dan Blood Institute (NHLBI), faktor lingkungan seperti paparan alergi atau infeksi virus tertentu saat bayi bisa meningkatkan risiko terkena penyakit tersebut.

Merangkum dari laman The Healthy, Selasa (2/3/2021), berikut beberapa penyebab yang bisa memicu terjadinya sakit asma.

Rina Gunawan. (Foto: Instagram @rinagunawan74)

1. Hormon

Menurut dr Payal Patel MD, anggota American Academy of Allergy Asthma and Immunology, sakit asma lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Ini kemungkinan ada kaitannya dengan korelasi antara asma dan hormon estrogen serta progesterone. Asma bisa menjadi lebih buruk sebelum dan selama menstruasi atau membaik selama kehamilan.

"Ini sejalan dengan teori bahwa kontrasepsi oral dapat meningkatkan fungsi paru-paru karena fluktuasi kadar hormon yang berkurang. Ini gejala siklus menstruasi yang tidak biasa dan harus diperhatikan," ungkapnya.

2. Stres

Ketika mengalami stres biasanya serangan asma terjadi lebih sering dan parah. Tidak dipahami sepenuhnya mengapa bisa begitu, tetapi ketika tubuh memiliki tingkat kortisol yang rendah atau tidak efektif, hormon stres tidak dapat mengurangi peradangan. "Penting untuk mengenali ini dan mencari cara untuk mengurangi stres harian," kata dr Patel.

Baca juga: Rina Gunawan Meninggal Diduga Akibat Covid-19 dan Asma, Seberapa Besar Risikonya? 

3. Polusi

Polusi udara, seperti asap knalpot motor dan mobil, bisa memicu sakit asma. "Olahraga saat polusi tinggi atau di dekat jalan raya yang sibuk harus dihindari," saran dr Patel.

Ia merekomendasikan untuk melakukan gym di dalam rumah daripada lari di luar dengan kualitas udara yang buruk. Bisa juga ke tempat-tempat yang sejuk udaranya segar dan jauh dari polusi kendaraan.

4. Serangga

Jaga kebersihan rumah agar serangga kotor, seperti kecoa dan tikus, tidak masuk. Sebab kotoran serangga itu dapat memicu asma. "Hewan pengerat juga dapat memicu asma, baik tikus dalam kota atau tikus di perdesaan," kata dr Patel.

Baca juga: Rina Gunawan Sempat Membaik Sebelum Meninggal Dunia 

5. Pengawet

Bahan sulfit yang digunakan sebagai pengawet dalam produk seperti anggur, buah kering, dan sari buah, saus tomat/sambal buatan, serta sosis dapat mengiritasi paru-paru dan menyebabkan reaksi pada sekira 5 hingga 10 persen penderita asma.

Hal itu disebabkan selama pencernaan, perut menguapkan sulfit menjadi tetesan yang lewat tenggorokan dan masuk ke paru-paru dan menyebabkan iritasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini