Penelitian Sebut Gejala Strain B117 Sama, tapi Turunkan Efikasi Vaksin Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 04:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 481 2371200 penelitian-sebut-gejala-strain-b117-sama-tapi-turunkan-efikasi-vaksin-covid-19-p4pT8Goc8l.jpg Ilustrasi pencegahan covid-19 jenis baru. (Foto: Okezone)

MASYARAKAT Indonesia dihebohkan dengan kabar munculnya kasus covid-19 jenis baru dari strain B117 yang berasal dari Inggris. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam acara 'Peringatan 1 Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia' di kanal YouTube Kemenristek pada Selasa 2 Maret 2021.

Tentunya kabar tersebut membuat seseorang menjadi khawatir dan waspada. Sebab, strain B117 disebut memiliki kemampuan menyebar yang lebih cepat 50 hingga 70 persen dibandingkan virus corona pendahulunya. Lantas, bagaimana dengan gejala awal yang ditimbulkan oleh strain baru B117?

Baca juga: Rina Gunawan Punya Penyakit Asma Sebelum Positif Covid-19 

Dokter relawan covid-19, Muhamad Fajri Adda'i, menjelaskan bahwa menurut beberapa sumber dari penelitian kesehatan yang telah dipublikasikan sebenarnya gejala strain B117 hampir mirip dengan covid-19 yang sebelumnya.

Covid-19. (Foto: Okezone)

"Untuk gejala B117 ini mirip sebenarnya. Cuma lebih banyak batuk, nyeri, otot menjadi lebih nyeri, demam, dan lelah. Dari sini kita lihat grafiknya bahwa ini perbedaan gejala dengan varian yang sebelumnya," kata dr Fajri ketika dihubungi MNC Portal, Selasa 2 Maret 2021.

Baca juga: Mengetahui Pemicu Asma, Sakit yang Diderita Rina Gunawan Sebelum Meninggal 

Menurut dr Fajri, salah satu laporan menyebutkan bahwa varian baru virus corona yang berasal dari Inggris ini mengalami mutasi pada 23 titik, sementara protein spike bermutasi 8. Kemudian transmissibility-nya terbukti meningkat lebih cepat lebih dari 50 hingga 70 persen. Sedangkan lethality atau seberapa dahsyat mutasi ini menyebabkan seseorang mengalami sakit yang berat, masih belum jelas.

"Ada pula immune escape atau seberapa mungkin seseorang covid-19 tidak terdeteksi oleh imun tubuh juga masih belum jelas. Perlu dipahami juga, ternyata sudah terbukti dapat mengurangi efikasi dari vaksin. Contoh pada Novavax itu berkurang dari 96 menjadi 86 persen. Kemudian AstraZeneca dari 84 menjadi 75 persen. Saat ini sudah 95 negara yang melaporkan dan di Amerika Serikat sendiri sudah 44 negara bagian yang melaporkan adanya varian ini," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini