Wajah Memerah Setelah Minum Alkohol, Waspada Anda Rentan Alzheimer

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 09:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 612 2370533 wajah-memerah-setelah-minum-alkohol-waspada-anda-rentan-alzheimer-oqE13P8DN3.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

APAKAH Anda pernah melihat orang yang wajahnya merah, karena minum alkohol? Mungkin hal ini terlihat wajar bagi sebagian orang, tapi kenyataannya tidak demikian. 

Wajah memerah kerap dikaitkan dengan kondisi mabuk, lantaran terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol. Tapi sebenarnya, wajah memerah setelah minum alkohol tersebut merupakan suatu pertanda bahwa terdapat kerusakan saraf pada manusia.

Studi dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Stanford menemukan bahwa wajah yang memerah disebabkan oleh mutasi pada mitokondria aldehyde dehydrogenase 2 (ALDH2). Ini merupakan penyebab kerusakan sel pada tikus dan pasien dengan penyakit alzheimer.

Minuman beralkohol

Tanda ini menunjukkan bahwa seseorang yang mengalami flush (wajah memerah) lebih rentan mengalami alzheimer. “Data kami menunjukkan bahwa alkohol dan gen penyakit alzheimer dapat menempatkan manusia pada risiko lebih besar pada perkembangan alzheimer,” tulis penelitian itu merangkum dari World of Buzz 

Seorang Profesor Kimia dan Sistem Biologi, Daria Mochly-Rosen, Ph.D mengatakan, kesimpulan ini diambil berdasarkan studi sel yang diturunkan pasien dan studi terhadap hewan. Namun studi epidemiologis pada manusia masih harus dilakukan di masa depan.

ALDH2 memainkan peran kunci dalam menghilangkan aldehida beracun (senyawa organik) yang merupakan produk dari metabolisme alkohol dalam tubuh. Ada pula genotipe ALDH2 * 2 yang memiliki kemampuan jauh lebih rendah untuk menghilangi efek samping dari racun.

Populasi masyarakat di Asia Timur memiliki ALDH2 * 2 yang menyebabkan peningkatan asetaldehida. Hasilnya tubuh merespon dengan perubahan warna kulit dan peradangan.

Mochly-Rosen juga mengakui bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya menentukan apakah mengonsumsi alkohol dengan mutasi ALDH2 * 2 mengembangkan penyakit Alzheimer pada tingkat yang lebih tinggi.

Dengan demikian, penelitian tersebut dapat menentukan apakah mengurangi konsumsi alkohol dapat membantu mengurangi perkembangan dan efek penyakit Alzheimer pada pasien. Apapun penyebabnya, ada baiknya tetap menghilangkan kebiasaan mengonsumsi alkohol.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini