Virus Covid-19 Baru Masuk ke Indonesia, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 612 2370896 virus-covid-19-baru-masuk-ke-indonesia-bagaimana-cara-mengatasinya-CeLZrmOQ8r.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SUDAH setahun virus Covid-19 masuk ke Indonesia, sejak pertama kali ditemukan pada pasien asal Depok. Namun, tepat pada setahun Covid-19 masuk ke Indonesia ada kabar cukup mengejutkan.

Pasalnya, varian baru Covid-19 asal London, Inggris, akhirnya dinyatakan masuk ke Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, ada dua kasus pertama mutasi Covid-19 asal Inggris yang ditemukan di Indonesia.

"Tadi malam saya mendapatkan informasi bahwa tepat 1 satu tahun hari ini, kita menemukan mutasi B117 UK mutation di Indonesia," kata Dante dalam 1 Tahun Pandemi Covid-19: Inovasi Indonesia untuk Indonesia Pulih Pasca-Pandemi, Selasa (2/3/2021).

Virus Corona

Penemuan mutasi baru ini berasal dari 462 sampel yang dicek di seluruh Indonesia. Sehingga, kata Dante, refleksi satu tahun Covid-19 menjadi tantangan dalam mengembangkan proses penelitian dan riset dalam menangani pandemi ini harus lebih dipercepat.

Di sisi lain, masyarakat harus mulai mempersiapkan diri untuk bertahan hidup pada serangan Covid-19 jenis baru ini yang diketahui lebih menular dari generasi pertama.

Varian B117 asal Inggris adalah varian yang 'paling gawat' saat ini karena lebih tinggi daya tularnya yaitu 70 persen alias 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan varian D614G (varian utama di dunia saat ini, yang mana 10 kali lebih menular dibanding varian original Wuhan).

Dokter Amesh A. Adalja, MD, peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security mengatakan bahwa kemunculan varian baru harus menjadi alarm semua orang untuk tidak boleh menyepelekan protokol kesehatan.

"Ini bukan waktu untuk berhenti mengikuti protokol kesehatan, malah momen agar masyarakat semakin patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan," kata dr Adalja dikutip dari laman Prevention.

Lebih lanjut, Asisten Profesor Kedokteran Penyakit Menular di Baylor College of Medicine di Houston, dr Prathit Kulkarni, MD, menyarankan agar masyarakat tetap menghindari kerumunan, tetap menjaga jarak aman setidaknya 2 meter, sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan jangan pernah malas menggunakan masker dengan benar.

"Untuk perlindungan tambahan, misalnya Anda di transportasi publik atau tempat umum, disarankan untuk menggunakan masker bedah ganda atau tambahkan face shield," terang dr Kulkarni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini