Setahun Covid-19 di Indonesia, Wamenkes Sebut Tracing dan Testing Masih Kurang

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 612 2370981 setahun-covid-19-di-indonesia-wamenkes-sebut-tracing-dan-testing-masih-kurang-ROBz5vpqZW.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SUDAH setahun virus Covid-19 masuk ke Indonesia, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda penurunan korban covid-19. Tidak heran, jika pemerintah pun harus mengerahkan berbagai cara untuk menekan laju penyakit Covid-19 ini.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan Indonesia masih memiliki banyak tugas yang harus dilakukan selama masa pandemi Covid-19. Salah satunya adalah upaya dalam melakukan testing dan tracing.

Menurut Dante, salah satu hal penting yang wajib dimiliki Indonesia adalah testing yang lebih baik lagi, sehingga dapat memiliki validitas dan sensitivitas yang tinggi. Selain testing, hal lain yang tak kalah pentingnya adalah tracing.

"Proses ini lebih penting dari vaksinasi karena akan memperkuat sistem hulu. Di mana masyarakat akan dicari dan bukan ditunggu untuk didiagnosis terinfeksi Covid-19," kata Dante, dalam acara ‘Peringatan 1 Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia’, Selasa (2/3/2021).

Oleh sebab itu, Dante mengatakan bahwa pemerintah harus melakukan berbagai macam hal untuk mengupayakan hal tersebut. Salah satu caranya adalah penguatan-penguatan di hulu dengan memperkuat puskesmas sebagai sektor strategis yang paling dekat dengan masyarakat.

"Kemudian kita akan menggunakan tenaga tracer yang lebih banyak lagi dari sekarang. Akan menggunakan kira-kira 80-100 ribu Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta kader-kader di Puskemas untuk membantu proses ini di hulu. Mencari orang-orang yang melakukan kontak erat yang belum terdiagnosis,” tuntasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini