Ingin Panjang Umur? Makan 2 Buah dan 3 Sayur Setiap Hari

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 298 2371724 ingin-panjang-umur-makan-2-buah-dan-3-sayur-setiap-hari-idd5zkoZh5.jpg Sayur dan buah (Foto: Good House Keeping)

Peneliti menemukan takaran pas yang bisa Anda jadikan menu harian agar panjang umur. Hasil studi ini sudah diterbitkan di Circulation, Jurnal American Heart Association.

Diterangkan peneliti, takaran yang pas itu adalah lima porsi buah dan sayur setiap hari dengan detail menu dua porsi buah dan tiga porsi sayuran. Dengan takaran tersebut, peneliti meyakini hidup Anda akan jauh lebih panjang.

 buah dan sayur

"Diet kaya buah dan sayur dipercaya peneliti membantu mengurangi risiko berbagai kondisi kesehatan kronis yang menjadi penyebab utama kematian, termasuk penyakit kardiovaskular dan kanker," tulis laporan tersebut yang diberitakan Fox News.

Untuk mendapatkan data tersebut, peneliti menganalisis data dari Nurses Health Study and Health Professionals Follow-Up Study, dua studi kuat yang mencakup lebih dari 100.000 orang dewasa yang dipantau hingga tiga dekade.

Para peneliti mencatat bahwa kedua kumpulan data tersebut mencakup informasi diet terperinci yang dikumpulkan berulang kali setiap dua hingga empat tahun.

Untuk meta-analisis, para peneliti mengumpulkan data tentang asupan buah dan sayuran yang melibatkan hampir 2 juta peserta di 29 negara. Peneliti menemukan bahwa mengonsumsi lima porsi buah dan sayur setiap hari berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah.

"Makan lebih dari lima porsi tidak terkait dengan manfaat tambahan," kata peneliti.

Selain itu, para peneliti melalui meta-analisis juga menentukan bahwa dua porsi buah dan tiga porsi sayuran dikaitkan dengan umur panjang. Hal ini karena risiko kematian 13 persen tercatat lebih rendah secara keseluruhan, termasuk 12 persen lebih rendah risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit stroke dan jantung.

"Subjek penelitian yang mengonsumsi lima porsi buah dan sayur per hari juga ditemukan memiliki risiko kematian akibat kanker yang lebih rendah 10 persen, serta risiko kematian akibat penyakit pernapasan seperti PPOK, 35 persen lebih rendah," terang peneliti.

Penting untuk dicatat bahwa tidak semua buah dan sayuran diciptakan sama. Tapi, peneliti kemudian melihat bahwa mereka yang mengonsumsi sayuran berdaun hijau memperlihatkan hasil yang lebih baik. Sayuran berdaun hijau itu antara lain bayam, selada, dan kangkung.

"Manfaat lebih besar juga diperlihatkan pada kelompok pemakan sayuran tinggi beta karoten dan vitamin C seperti buah jeruk, beri, dan wortel," tambah peneliti.

Sementara itu, sayuran seperti kacang polong dan jagung, jus buah dan kentang tidak dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dari semua penyebab atau penyakit kronis tertentu.

"Analisis kami pada dua kelompok pria dan wanita di AS memperlihatkan hasil yang serupa dengan 26 kelompok di seluruh dunia. Artinya, temuan ini dapat diterapkan pada populasi yang lebih luas di seluruh dunia," kata penulis utama studi Dong D. Wang, MD, Sc.D., seorang ahli epidemiologi, ahli gizi, serta anggota fakultas kedokteran di Harvard Medical School dan Rumah Sakit Brogham.

"Takaran yang kami temukan ini kemungkinan menawarkan manfaat paling besar dalam hal pencegahan penyakit kronis utama dan merupakan asupan yang relatif dapat dilakukan semua orang," tambahnya.

Dokter Wang melanjutkan, tim penelitiannya juga menemukan bahwa tidak semua buah dan sayuran menawarkan manfaat yang sama, meskipun rekomendasi diet saat ini umumnya memperlakukan semua jenis buah dan saur sama baiknya.

Penelitian ini memberikan bukti kuat untuk manfaat seumur hidup dari makan buah dan sayur, serta menyarankan jumlah sasaran yang harus dikonsumsi setiap harinya untuk kesehatan yang ideal.

"Buah dan sayuran adalah sumber nutrisi yang dikemas secara alami yang dapat dimasukkan dalam sebagian besar makanan dan camilan, dan makanan itu sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan tubuh," tambah Anne Thorndike, MD, MPH, Ketua Komite Nutrisi American Heart Association dan seorang profesor kedokteran di Harvard Medical School di Boston, dalam sebuah pernyataan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini