Serangan Asma, Ini Pertolongan Pertama yang Mesti Dilakukan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 09:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 481 2371349 serangan-asma-ini-pertolongan-pertama-yang-mesti-dilakukan-iDD2ihuJ2F.jpg Ilustrasi serangan asma. (Foto: Jcomp/Freepik)

ARTIS senior Rina Gunawan meninggal dunia setelah dinyatakan positif covid-19 dan memiliki penyakit komorbid asma. Dua penyakit ini menyerang sistem pernapasan.

Pengontrolan asma yang diderita serta mencegah kekambuhannya adalah salah satu langkah antisipasi yang tepat selama masa pandemi covid-19. Selain itu, orang yang memiliki asma seperti mendiang Rina Gunawan mesti tahu pertolongan pertama yang bisa dilakukan ketika serangan asma muncul.

Baca juga: Rina Gunawan Menderita Asma, Salah Satu Komorbit Berbahaya jika Terpapar Covid-19 

Diterangkan Dokter Lynn Thomas MStJ BSc MBBS MA FRCP, selama serangan asma, otot-otot saluran udara di paru-paru mengalami kejang. Akibatnya, saluran udara menyempit yang membuat pernapasan menjadi lebih sulit.

"Kadang ada pemicu serangan yang bisa dikenali seperti pilek, obat-obatan, asap rokok, atau alergi. Pada kasus lainnya, tidak ada pemicu yang jelas," kata dr Lynn, seperti dikutip dari laman St John Ambulance, Rabu (3/3/2021).

Info grafis Rina Gunawan. (Foto: Okezone)

Lantas, apa gejala dari serangan asma tersebut?

1. Sulit bernapas

2. Mengi dan batuk

3. Dada terasa kencang atau ada sesuatu yang coba mengikat kuat

4. Kecemasan

5. Sulit bicara, diperlihatkan dengan bicara terbata-bata dengan kalimat pendek

6. Hipoksia, dikenali dengan bibir, telinga, dan kuku membiru

7. Kelelahan yang parah jika kasusnya sangat berat

Baca juga: Mengenal Asma dan Covid-19 yang Diderita Rina Gunawan Sebelum Wafat 

Jika tanda-tanda serangan asma tersebut muncul, apa yang bisa penderitanya lakukan?

1. Pastikan menggunakan inhaler dengan benar. Napas tetap diatur dengan baik. Jika punya spacer, maka gunakanlah dengan inhaler. Kombinasi tersebut lebih efektif dalam menekan serangan asma. Jika tidak punya inhaler, hubungi bantuan darurat.

2. Pastikan duduk dengan posisi nyaman.

3. Serangan ringan biasanya reda dalam beberapa menit. Namun jika tidak membaik, itu bisa dikategorikan sebagai serangan yang parah. Pastikan menghirup inhaler setiap 30 sampai 60 detik sampai mereka mendapatkan 10 isapan.

4. Jika serangannya parah dan tubuh makin lemah, segera hubungi rumah sakit terdekat.

5. Selagi menunggu ambulans, pantau pernapasan dan tingkat respons tubuh. Jika ambulans belum juga datang dalam 15 menit, ulangi langkah nomor 3.

6. Ketika tubuh mulai tidak merespons apa pun, minta bantuan kepada orang lain yang ada di sekitar. Jika gejala membaik, tenangkan semuanya dan tidak perlu menelepon rumah sakit. Namun, sangat disarankan tetap ke rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatan secara keseluruhan dan mendapat penanganan yang akan membuat keadaan lebih baik dan tenang.

Baca juga: Para Ahli Sebut Asma Bisa Kambuh karena Stres dan Cemas 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini