Mengenal Berbagai Gangguan Telinga dan Penyebabnya

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 481 2371466 mengenal-berbagai-gangguan-telinga-dan-penyebabnya-Rz7VSQWWfP.jpg Gangguan telinga (Foto: Advanced hearing care)

Setiap orang pasti menginginkan telinga yang bersih dan sehat. Sebab pendengaran merupakan salah satu organ yang sangat penting.

Namun terkadang seseorang mengalami gangguan telinga. Hal ini terjadi karena infeksi yang terjadi pada telinga luar atau adanya bakteri yang bermukim di telinga bagian tengah.

Selain menimbulkan rasa demam dan nyeri, fungsi pendengaran pun mengalami penurunan kualitasnya.

 gangguan telinga

"Infeksi atau timbulnya bakteri umumnya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur," ujar Dokter Spesialis THT Siloam Hospitals Jambi, Dokter Arsia Dilla Pramita Sp.THT-KL, Rabu, (3/3/2021).

Menurut Dokter Arsia, pada telinga terdapat kotoran telinga atau serumen. Tindakan membersihkan telinga dapat membuat kotoran telinga terdorong masuk jauh ke dalam. Tindakan mengorek telinga selain membuat serumen semakin masuk ke dalam, dikhawatirkan juga akan merusak gendang telinga bahkan sampai robek sehingga pasien akan merasakan berdengung bahkan sampai berair.

Selain infeksi, lanjut Dokter Arsia, serumen atau kotoran telinga juga dapat mengganggu pendengaran. Namun masyarakat sering berupaya membersihkan sendiri dengan cara mengorek telinga.

Padahal serumen dapat keluar dengan sendirinya pada saat kita sedang mengunyah makanan atau berbicara.

"Adapun serumen ini berfungsi sebagai proteksi yang melindungi telinga dari serangga bahkan kotoran halus," imbuh Dokter Arsia.

Ia menjelaskan, organ telinga merupakan salah satu panca indra yang terdiri dari tiga bagian besar, yaitu telinga luar, telinga tengah, telinga dalam. Beberapa gangguan kesehatan telinga di setiap bagian telinga ini disebabkan infeksi, virus, dan bakteri.

Beberapa penyakit di telinga antara lain otitis eksterna yakni, peradangan pada telinga luar yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan jamur. Adapun faktor yang mempermudah terjadinya radang telinga luar adalah perubahan pH di liang telinga, dimana Jika terjadi perubahan pH, proteksi terhadap infeksi menurun.

Otitis media akut yakni, gangguan telinga bagian tengah disebabkan infeksi, virus atau bakteri. Kasus ini sering terjadi pada anak-anak dengan gejala, sakit telinga, demam, keluarnya cairan dari telinga.

Sedangkan otitis media supuratif kronis (OMSK) adalah infeksi kronis rongga telinga tengah yang ditandai dengan perforasi permanen gendang telinga, lalu keluarnya cairan yang berbau tidak sedap baik hilang timbul atau terus menerus. Kekambuhan dapat disebabkan oleh infeksi saluran napas atas atau jika telinga kemasukan air. Pada kondisi ini juga dapat terjadi gangguan pendengaran.

"Pada OMSK pasien umumnya mengeluhkan telinga berdengung, keluar cairan. Pada keadaan yang berat, dapat terjadi komplikasi seperti vertigo, hingga penyebaran ke intrakranial" ungkap Dokter Arsia.

Jika sudah demikian, maka telinga harus dirawat dan diobati ke dokter yang merupakan pakarnya.

Guna mencegah gangguan telinga maka sebaiknya rutin merawat telinga. "Memeriksakan dan membersihan telinga sebaiknya rutin dilakukan setiap enam bulan sekali, dengan mengunjungi dokter spesialis THT," terang Dokter Arsia.

Cara pembersihan telinga yang dilakukan dokter spesialis THT di rumah sakit dilakukan dengan tiga metode, diambil menggunakan alat jika serumen padat. Irigasi, atau memasukan cairan steril kedalam telinga, dengan harapan serumen akan terbawa keluar. Terakhir, menggunakan alat khusus yang dapat menyedot kotoran telinga yakni microsuction.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini