Penyebab Obesitas, Tidak Hanya Kebanyakan Makan dan Kurang Olahraga

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 481 2371751 penyebab-obesitas-tidak-hanya-kebanyakan-makan-dan-kurang-olahraga-5Ze08JW2fa.jpg Obesitas (Foto: Inst big babes fo real)

Kasus obesitas di Indonesia masih sangat mengkhawatirkan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan tren masalah berat badan pada orang dewasa Indonesia mengalami peningkatan hampir dua kali lipat.

Pada 2007 kasus obesitas menunjukkan angka 19,1% pada 2007 hingga 35,4% pada 2018. Selain itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut 1 dari 3 orang dewasa dan 1 dari 5 anak usia 5-12 tahun di Indonesia mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

 obesitas

Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD mengatakan, obesitas harus dipahami sebagai penyakit kronis yang kompleks, progresif, dan dapat kambuh (muncul kembali).

“Umumnya orang menganggap obesitas terjadi akibat kesalahan individu, karena terlalu banyak asupan makanan, dan kurang berolahraga. Ini adalah kekeliruan yang umum terjadi,” terang dr. Ketut, dalam Diskusi Media bersama ‘Jangan Anggap Remeh Obesitas, si Penyakit Kronis Serius’ kemarin.

Pada kenyataannya, obesitas adalah berat badan berlebih yang diakibatkan oleh berbagai faktor genetik, psikologis, sosiokultural, ekonomi, dan lingkungan. Oleh sebab itu masyarakat diimbau untuk paham dan waspada terhadap kenaikan berat badan.

“Fakta penting lainnya adalah, begitu seseorang mengalami keadaan obesitas, keadaan ini akan menjadi masalah yang panjang, bahkan seumur hidup, dan kembalinya pertambahan berat badan umum terjadi,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini