Produsen Vaksin Covid-19 Beragam, Pilihan Mana yang Terbaik?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 21:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 481 2371866 produsen-vaksin-covid-19-beragam-pilihan-mana-yang-terbaik-J8H27P5Vn9.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Pemerintah Indonesia resmi memulai vaksinasi Covid-19 sejak 13 Januari 2021. Vaksinasi perdana diberikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) diikuti para pejabat negara dan para tenaga medis (nakes) sebagai prioritas utamanya.

Saat ini pemerintah menggunakan vaksin buatan Sinovac yang bekerjasama dengan PT Bio Farma untuk vaksinasi masyarakat. Namun sejumlah vaksin dari merek lain pun turut didatangkan untuk memenuhi ketersediaan vaksin Covid-19 bagi masyarakat.

Tentunya sebagai masyarakat awam, banyak orang yang bertanya vaksin buatan siapa yang paling bagus dan efektif. Jika bisa memilih, sebaiknya merek vaksin apakah yang lebih baik untuk dipilih?

vaksin covid-19

Merangkum dari akun Instagram Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i @dr.fajriaddai, Rabu (3/3/2021), ia menjelaskan bahwa merek terbaik yang bisa dipilih masyarakat adalah vaksin yang sudah tersedia di depan mata. Terlebih pemerintah telah mengeluarkan izin penggunaan sesuai anjuran.

“Kalau kita tidak ada penyakit bawaan dan riwayat alergi tertentu, saya merekomendasikan untuk menggunakan vaksin yang ada di depan mata sesuai anjuran pemerintah,” tulis dr. Fajri dalam unggahannya, Rabu (3/3/2021).

Baca Juga : Pose Seksi Anya Geraldine Berlumur Cat Pink, Netizen: Semoga Cowok Gue Gak Lihat

Baca Juga : Ajak Ngebor, Maria Vania Bikin Netizen Kegerahan Jadi Tukang Bangunan Seksi

Meski demikian dr. Fajri menjelaskan, apabila seseorang memiliki riwayat penyakit penyerta atau riwayat alergi, sebaiknya baca secara detail laporan uji klinis, rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta pedoman Kementerian Kesehatan RI.

“Sebab ada kemungkinan masing-masing vaksin mempunyai respon imun berbeda terhadap penyakit tertentu. Anda juga dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter yang merawat, karena penilaian akan berbeda setiap kasus,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini