Tak Mau Penyakit Komorbid Makin Parah? Jangan Merokok!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 612 2371602 tak-mau-penyakit-komorbid-makin-parah-jangan-merokok-DdMkZxSQGD.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ROKOK memang telah menjadi gaya hidup banyak masyarakat tidak cuma di Indonesia, tapi hampir di seluruh dunia. Meskipun berbagai produk seperti rokok elektrik sudah ada, tapi rokok konvensional nampaknya tetap menjadi primadona.

Padahal, pemerintah sendiri telah memasang peringatan di bungkus rokok. Salah satu dampak merokok adalah timbulnya berbagai macam penyakit kronik yang biasa disebut dengan komorbid.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Rumah Sakit Persahabatan, penyakit komorbiditas tertinggi yang dialami masyarakat Indonesia adalah hipertensi, diabetes mellitus, masalah kardiovaskular, dan geriatri.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Departemen Pulmonologi, Dr. dr. Agus Dwi Susanto Sp.P(K), FISR, FAPSR, mengatakan bahwa penyakit komorbid yang dialami oleh sebagian besar perokok akan membuat seseorang berisiko tinggi terinfeksi virus corona Covid-19.

rokok

“Risiko Covid-19 derajat berat dan kematian juga meningkat pada pasien komorbid terutama kardiovaskuler dan respirasi. Bukan hanya itu seorang dengan penyakit komorbid juga berpotensi mengalami infeksi yang lebih berat bahkan risiko kematian,” tutur dr. Agus.

Dokter Agus menyebut beberapa penyakit komorbid akibat rokok yang paling sering dialami masyarakat di antaranya: gagal jantung, hipertensi, jantung koroner, PPOK, asma, diabetes, gagal ginjal, kanker serta stroke.

“Merokok juga meningkatkan risiko terkena penyakit paru kronik. Kondisi ini menyebabkan gangguan oksigenasi tubuh. Infeksi paru lebih mudah terjadi akibat kondisi penyakit paru kronik termasuk infeksi Covid-19,” tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini