12 Kali Lebih Mungkin Meninggal, Kenapa Penyakit Komorbid Perburuk Covid-19?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 612 2371629 12-kali-lebih-mungkin-meninggal-kenapa-penyakit-komorbid-perburuk-covid-19-vYjssHSGcY.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

KABAR duka datang dari artis cantik Rina Gunawan, yang meninggal karena Covid-19. Belakangan, terungkap bahwa presenter tersebut juga mengalami penyakit komorbid asma.

Memang, orang-orang dengan penyakit penyerta atau komorbid bisa lebih berbahaya jika sudah terpapar Covid-19. Pasalnya, penyakit penyerta akan menambah tingkat keparahan pasien Covid-19.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebutkan, banyak pasien dengan penyakit penyerta yang mendapat perawatan di rumah sakit. Pasien dengan penyakit penyerta ini juga 12 kali lebih mungkin meninggal akibat Covid-19 dibanding pasien lain yang tidak memiliki penyakit penyerta.

Komorbid

Komorbid adalah penyakit yang sejak awal memang sudah diderita pasien. Baik terjadi karena pola hidup tidak sehat maupun lantaran riwayat penyakit keturunan.

Dikutip dari Covid19.go.id, penyakit penyerta yang rentan terhadap Covid-19 ini di antaranya hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, dan kanker.

Hipertensi misalnya, ditemukan pada pasien virus corona sebanyak 50,5%; diabetes melitus 34,4%, penyakit jantung 19,9%. Sementara pasien covid-19 dengan komorbid penyakit paru obstruktif kronis sebesar 10,1%.

Pada penderita kardiometabolik misalnya (faktor risiko terjadinya penyakit jantung di antaranya diabetes, obesitas, kolesterol , trigliserida serta tekanan hipertensi), telah memiliki chronic inflammation atau peradangan kronis di dalam tubuhnya sejak lama.

“Kalau sudah ada peradangan kronis yang berlangsung lama, otomatis sistem imunitas tubuh juga menurun,” terang DR. med. Dr. Maya Surjadjaja, M. Gizi, SpGK, FAAMFM.

Itulah mengapa penderita komorbid lebih rentan terhadap penularan Covid-19. Faktor yang kedua adalah adanya reseptor ACE2, yaitu enzim yang menempel pada permukaan luar sel (membran sel) di hampir semua organ.

Misalnya, di paru-paru, arteri, jantung, ginjal, dan usus. "Reseptor ini mempunyai afinitas yang kuat dengan virus SARS-CoV-2” jelas dr. Maya.

Ikatan dengan reseptor ACE2 inilah yang memicu virus corona untuk masuk ke dalam sel inang. Sehingga gejala Covid-19 ada di organ-organ tersebut dan sangat bervariasi, seperti gangguan pernapasan, batuk, radang tenggorokan, peradangan hati, kejang, nyeri sendi, ruam di kulit, penurunan fungsi indra pengecap dan pembau, hingga diare.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini