Aksi Para Dokter Berantas Hoax lewat IGD Clubhouse

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 612 2371705 aksi-para-dokter-berantas-hoax-lewat-igd-club-house-duyYXTLskZ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENGGUNA Clubhouse dapat melakukan konsultasi gratis selama 24 jam melalui room yang bernama 'IGD Clubhouse 24/7 Nonstop!'. Di situ, banyak dokter umum hingga spesialis berjaga untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Berdasar info yang diperoleh MNC Portal, dokter yang sudah tergabung di IGD Clubhouse sudah mencapai 150-an. Mereka semua tidak ada yang digaji meski kerap membagikan ilmunya ke masyarakat.

Sebab, itu yang menjadi tujuan utama didirikannya IGD Clubhouse, seperti yang diterangkan sang inisiator, Asep Kambali. "Room tersebut saya buat untuk memfasilitasi masyarakat supaya bisa berkonsultasi langsung dengan dokter atau ahlinya yang mana mungkin hal itu susah terjadi di kehidupan langsung," kata Asep pada Okezone, Selasa malam (2/3/2021).

Okezone pun berkesempatan untuk bertanya ke 5 dokter yang sudah tergabung di IGD Clubhouse terkait dengan apa alasan mereka mau jaga di 'room' virtual tersebut. Berikut beberapa cerita dokter yang luar biasa:

Dokter Dzaky Hidayat

dokter clubhouse

"Saat saya tahu 'room' IGD Clubhouse ini didirikan untuk tujuan kemanusiaan, saya merasa itu sesuai dengan apa yang saya inginkan. Setelah masuk lebih lama, ternyata di sini para dokter berbagi ilmu secara tulus kepada masyarakat dan meluruskan hoaks-hoaks yang beredar," kata dr Dzaky.

Secara personal, dr Dzaky merasa terbantukan sekali dengan adanya 'room' tersebut khususnya dalam hal bagaimana mengolah kata ke pasien. "Dari sini, saya belajar bagaimana pasien bisa mengerti apa yang kita para dokter sampaikan," terangnya.

Ia pun percaya bahwa Indonesia memiliki dokter-dokter yang hebat terbukti dari adanya IGD Clubhouse tersebut. "Di sinilah tempat kami para dokter belajar dan masyarakat juga mendapatkan ilmu dari apa yang kami sampaikan. Semoga bisa terus melayani masyarakat," sambung dr Dzaky.

Dokter Freddy Ferdian

dokter clubhouse

Menurut dr Freddy, adanya IGD Clubhouse itu melatih dirinya belajar soft skill. Hal itu amat penting baginya karena dokter mungkin belajar tentang kedokteran, tapi tak semua dokter bisa berorganisasi.

"Seperti saya. Ketika saya join di sini, saya belajar bagaimana me-manage sekumpulan orang dengan berbagai macam kepentingan, kebutuhan, dan dalam satu wadah, impek ke banyak orangnya teramat besar," paparnya.

"Kita enggak bisa merasa hebat sendirian. Hal yang luar biasa adalah super hero yang bergabung dengan super hero lainnya untuk saling membantu, memberi dampak positif ke masyarakat," tambah dr Freddy.


Dokter Bagus Herlambang

dokter clubhouse

IGD Clubhouse bagi dr Bagus adalah ruang bermanfaat dengan segala keterbatasannya. "Tidak seperti IGD sesungguhnya memang, tapi lewat 'room' IGD Clubhouse, setidaknya keluhan yang diutarakan masyarakat bisa mendapat saran pencegahan atau edukasi lainnya," kata dr Bagus.

Lewat IGD Clubhouse juga, sambungnya, para dokter bisa saling terkoneksi dengan dokter lain. Bahkan, secara personal dr Bagus mendapat relasi dengan @Blood4LifeID yang mana organisasi tersebut sangat berkaitan dengan pekerjaannya sebagai dokter bedah jantung.

"Di sini, saya mendapat koneksi dengan rekan kerja yang berkaitan dengan pekerjaan saya. Saya bisa bertemu langsung dengan founder @Blood4LifeID. Itu hal yang luar biasa sekali," komen dr Bagus.

Dokter Cahyo Wisnu Rubiyanto

dokter clubhouse

'Room' yang ada di Clubhouse akan sangat bermanfaat ketika isu yang sedang dibahas dijawab oleh para pakar di bidangnya dan itu ada di IGD Clubhouse. Dokter Cayo, sapaan akrabnya, sangat salut di 'room' ini ada banyak sekali dokter yang tergabung.

"Dengan adanya IGD Clubhouse, semoga bisa menjadi medium masyarakat mendapat edukasi mengenai hal yang berkaitan dengan kesehatan. Untuk para dokternya, 'room' ini bisa jadi ruang saling belajar, saling berbagi pengetahuan," kata dr Cayo.

Aksi para dokter tersebut pun mendapat sambutan hangat dari beberapa orang. Mereka merasa keberadaan IGD Clubhouse ini sangat membantu.


Valencia Mieke Randa

dokter clubhouse

"Saya speechless ketika harus menjelaskan peran IGD Clubhouse ini di hidup saya. Meski baru ada belum lama, tapi ruangan ini memberi saya keajaiban," terang Valencia.

Ya, dia ternyata mendapat begitu banyak dukungan dokter lain karena saat ini sedang tidak bugar. Hal tersebut bisa dia dapatkan karena IGD Clubhouse.

Tidak hanya terkoneksi dengan para dokter, Valencia juga ternyata bisa berbicara langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau Kang Emil. "Di sini pernah ada Kang Emil sama Pak Wishnutama. Saya bersyukur sekali bisa berbicara dengan beliau," ungkap founder @Blood4LifeID itu.

"Saya begitu apresiasi dengan para dokter yang mau jaga di IGD Clubhouse. Mereka punya semangat membantu yang tinggi dan dedikasinya untuk menolong masyarakat itu hal yang luar biasa," tambahnya.

Ornella Widyanto

dokter clubhouse

Lewat IGD Clubhouse, masyarakat yang khawatir untuk datang langsung ke rumah sakit berkonsultasi jadi punya cara lain agar tetap merasa aman dan tenang. Ya, di sini masyarakat bisa berkonsultasi cuma-cuma, meski tidak diresepkan obat karena diagnosis tidak dilakukan.

"IGD Clubhouse ini sangat membantu sekali dan saya selaku salah seorang moderator yang jaga di 'room' ini merasa bahagia sekaligus terhormat bisa ada di antara dokter-dokter hebat Indonesia. Di sini ada dokter umum hingga spesialis. Jadi, akan sangat membantu masyarakat," terang founder of Karla Interior.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini