3 Tipe Orang yang Paling Cepat Sebarkan Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 18:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 612 2371778 3-tipe-orang-yang-paling-cepat-sebarkan-covid-19-0seF2UvAzt.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MESKIPUN program vaksinasi sudah dimulai berbagai negara di penjuru dunia. Namun, ancaman akan Covid-19 masih terus dihadapi masyarakat dunia sampai detik ini.

Secara umum, setiap orang pada dasarnya mudah untuk menyebarkan penyakit Covid-19 terhadap orang lain. Namun dari sisi studi ilmiah, dikatakan ada beberapa tipe kategori orang yang dianggap lebih mudaj menyebarkan Covid-19 kepada orang lain dibandingkan dengan tipe orang lain pada umumnya.

Sederhananya, beberapa orang menyebarkan virus hanya ke beberapa. Sedangkan tipe tiga orang ini disebut berisiko lebih tinggi menginfeksi kelompok orang yang lebih banyak, yang para ilmuwan definisikan sebagai superspreaders.

Mengutip Timesofindia, menurut penelitian, berikut tiga tipe orang-orang yang memiliki risiko tinggi lebih cepat menyebarkan Covid-19.

Orang gemuk

Dengan kata lain orang yang memiliki body mass index (BMI) tinggi. Dari studi penelitian yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, mengobservasi bahwa orang-orang dengan obesitas lebih berisiko menularkan Covid-19 kepada orang lain.

Sebab, orang dengan BMI tinggi mampu menghembuskan lebih banyak droplet pernapasan di udara, yang dapat menampung partikel virus corona yang menular. Temuan ini muncul setelah survei yang melibatkan 194 orang, mengamati bahwa orang yang memiliki tingkat BMI lebih tinggi menghembuskan lebih banyak bio aerosol daripada orang dengan BMI terkontrol.

Lansia gemuk

Tidak hanya yang muda, tapi orang lanjut usia (lansia) dengan BMI tinggi juga termasuk dalam kategori yang lebih cepat menyebarkan Covid-19.

Seperti yang telah diamati oleh para ilmuwan, orang-orang yang sudah berumur lanjut dengan BMI tinggi itu hadir dengan tingkat kekebalan yang lemah. Ditambah lagi dengan kemampuan lebih banyak partikel pernapasan yang dihasilkan.

Dewasa muda

Untuk yang masih muda, jangan tenang dulu. Sebab, sebelumnya tim peneliti juga melihat kategori orang dewasa muda juga termasuk yang berisiko tinggi.

Menurut temuan, orang dewasa yang lebih muda tidak hanya menghadapi risiko lebih tinggi untuk tertular varian Covid-19 yang baru, tapi juga cenderung mengabaikan gejala yang bisa menjadi deteksi, sehingga akhirnya bisa diam-diam menjadi penyebar virus tanpa gejala di lingkungan masyarakat.

Ditambah lagi, dengan kebiasaan mengabaikan aturan pemakaian masker dan protokol kesehatan lainnya, yang bisa membuat kelompok orang dewasa muda jadi rentan terhadap virus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini