Ini Cara Melindungi Diri Supaya Terhindar dari Virus Corona B117

Antara, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 481 2372015 cara-menjaga-diri-terhindar-dari-infeksi-virus-corona-b117-wiADUtTiHb.jpg Ilustrasi pakai masker melindungi diri dari virus corona B117. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono pada Selasa 2 Maret 2021 mengonfirmasi adanya temuan dua kasus pasien terinfeksi virus corona B117 di Indonesia. Mutasi baru covid-19 itu pertama kali muncul di Inggris, lalu menyebar ke sejumlah negara, dan kini ditemukan di Tanah Air. Hal tersebut sontak menjadi perhatian banyak kalangan terkait langkah mengatasinya.

Sebagaimana dilaporkan ABC News, para peneliti dari London School of Hygiene and Tropical Medicine memperkirakan virus corona B117 memiliki kemampuan 56 persen lebih menular.

Sebuah studi terpisah dari para peneliti dari Imperial College London menemukan varian baru tersebut meningkatkan reproduksi virus dengan jumlah rata-rata orang yang terinfeksi antara 0,4 dan 0,7 persen.

Apa yang membuatnya lebih menular? Kecepatan persebaran B117 menunjukkan varian ini membawa fitur biologis tertentu atau mutasi dalam genomnya yang membuatnya lebih menular.

Baca juga: Dokter Jelaskan Proses Mutasi Virus Corona Jadi Strain B117 

Mutasi genetik sebenarnya bagian normal dan diharapkan dari evolusi virus, tetapi terkadang virus memperoleh mutasi menguntungkan yang memungkinkan mereka untuk mengungguli varian lain yang beredar. Demikian dijelaskan pakar virologi dari University of Sydney Profesor Eddie Holmes.

Ada juga bukti awal yang menunjukkan virus corona B117 menghasilkan viral load (tingkat replikasi virus dalam tubuh) yang lebih tinggi. Ini artinya ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk, cenderung menyebarkan lebih banyak virus.

Info grafis virus corona B117. (Foto: Okezone)

Cara Melindungi Diri dari Virus Corona B117

Varian ini menyebar dengan cara yang sama seperti virus corona lainnya. Seseorang kemungkinan besar tertular virus jika menghabiskan waktu di ruang tertutup untuk menghirup udara orang yang terinfeksi.

Protokol kesehatan akan membantu seseorang melindungi diri dari varian ini, meskipun mungkin perlu lebih teliti, misalnya mengenakan dua atau tiga lapis masker.

Baca juga: Penelitian Sebut Gejala Strain B117 Sama, tapi Turunkan Efikasi Vaksin Covid-19 

Selain itu, jangan menghabiskan waktu di dalam ruangan dengan orang yang tidak tinggal serumah, hindari keramaian, dan menjaga jarak. Cucilah tangan sesering mungkin dan hindari menyentuh wajah.

"Hal pertama yang saya katakan kepada orang-orang ini bukanlah virus yang berbeda. Semua hal yang telah kami pelajari tentang virus ini masih berlaku," kata Dekan Brown University School of Public Health, Dr Ashish K.Jha, seperti dikutip dari The New York Times.

Pakar kesehatan mengingatkan semua orang jangan lengah setelah setahun hidup dalam pandemi covid-19. Mungkin bisa tidak sadar melalui waktu di dalam ruangan dan membuka masker saat bersama teman atau makan di restoran.

"Makin banyak saya mendengar tentang varian baru, makin saya prihatin. Saya pikir tidak ada ruang untuk kesalahan atau kecerobohan dalam mengikuti tindakan pencegahan," tutur Linsey Marr, profesor lingkungan dari Virgnia Tech.

Perlukah Perketat Masker?

Semua orang harus mengenakan masker berkualitas tinggi saat berada di luar rumah, misalnya berbelanja atau berada dalam situasi di dalam ruangan dengan orang yang tidak tinggal serumah dengan Anda.

Profesor Linsey Marr bersama tim baru-baru ini menguji 11 bahan masker dan menemukan masker kain yang tepat, dipasang dengan benar bisa menyaring partikel virus yang menyebabkan infeksi.

Masker terbaik memiliki tiga lapisan yakni dua lapisan kain dengan saringan diapit di antaranya. Masker juga harus dipasang di sekitar pangkal hidung dan terbuat dari bahan yang fleksibel untuk mengurangi celah. Ikat kepala pada masker membuat lebih pas daripada loop telinga.

Baca juga: Virus Corona B117 Bisa Sebabkan Reinfeksi? 

Apabila tidak ingin membeli masker baru, kenakan masker tambahan saat berada di dekat orang lain. Menambah lapisan masker yakni masker bedah sekali pakai dan menutupinya dengan masker kain dapat diterapkan.

Anda tidak memerlukan tingkat perlindungan tinggi seperti yang dibutuhkan para tenaga medis sehingga masker N95 tidak direkomendasikan.

Di sisi lain, mendapatkan vaksin covid-19 adalah cara terbaik untuk mengurangi risiko. Para ahli optimistis vaksin saat ini sebagian besar akan efektif melawan varian baru virus corona yang muncul.

Awal bulan ini Pfizer dan BioNTech mengumumkan vaksin covid-19 buatan mereka bekerja melawan salah satu mutasi utama yang ada di beberapa varian.

Tetapi beberapa data juga menunjukkan varian dengan mutasi tertentu, terutama yang pertama kali terlihat di Afrika Selatan, mungkin lebih resisten terhadap vaksin.

Meskipun datanya mengkhawatirkan, para ahli mengatakan vaksin saat ini menghasilkan tingkat antibodi yang sangat tinggi, dan kemungkinan besar setidaknya dapat mencegah penyakit serius pada orang yang diimunisasi dan terinfeksi.

"Alasan saya sangat optimis adalah dari apa yang kita ketahui tentang cara kerja vaksin, bukan hanya satu antibodi yang memberikan semua perlindungan. Divaksin menghasilkan antibodi dan ini membuat kecil kemungkinan terjadi mutasi," kata Adam Lauring, profesor penyakit menular dari University of Michigan.

Baca juga: Virus Corona B117 Disebut Lebih Mengerikan, Berikut Karakternya 

Tetapi sampai tiba giliran divaksin, tetap perhatikan aktivitas dan coba kurangi waktu serta jumlah eksposur ke orang lain. Misalnya, apabila sekarang pergi ke toko dua atau tiga kali seminggu, kurangi menjadi seminggu sekali. Lalu apabila biasanya membutuhkan 30–45 menit di toko bahan makanan, kurangi waktu menjadi 15–20 menit.

Apabila toko sedang ramai, kembali lagi nanti. Jika sedang mengantre, jagalah jarak setidaknya 1 meter dari orang-orang di depan dan di belakang.

"Varian baru ini membuat saya berpikir dua kali tentang rencana saya untuk mengajar secara langsung, yang tentunya dengan masker dan dengan ventilasi yang baik," tutur Profesor Linsey Marr.

Sebuah studi besar di Inggris menemukan anak-anak hanya memiliki kemungkinan setengah dari orang dewasa untuk menularkan virus corona B117 kepada orang lain. Itu menjadi kabar baik, tapi tetap harus lebih mewaspadai varian baru ini.

Lalu apabila sudah terkena covid-19, apakah artinya memiliki tingkat kekebalan yang sama terhadap varian baru B117?

Baca juga: Pulang dari Arab Saudi, Ini Kronologi Warga Karawang Terpapar Virus Corona B117 

Sebagian besar ahli setuju pada penyintas covid-19 memiliki tingkat kekebalan alami tertentu untuk membantu melawan infeksi kedua, meskipun tidak diketahui berapa lama perlindungan tersebut bertahan.

Varian yang beredar di Brasil dan Afrika Selatan tampaknya memiliki mutasi yang memungkinkan virus menghindari antibodi alami dan menginfeksi kembali seseorang yang telah terinfeksi virus. Kekhawatiran tersebut didasarkan pada tes laboratorium yang menggunakan antibodi dari orang-orang dengan infeksi sebelumnya.

Di sisi lain, pengaruh vaksin terhadap varian ini juga belum diketahui. Tetapi, meski semua ini terdengar menakutkan, para ilmuwan berharap meskipun vaksin tidak sepenuhnya melindungi dari variasi baru virus, antibodi yang dihasilkan oleh vaksin tetap akan melindungi orang dari penyakit yang lebih serius.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini