Kemenkes: Jumlah Penderita Obesitas di Indonesia Terus Melonjak

Antara, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 481 2372053 kemenkes-jumlah-penderita-obesitas-di-indonesia-terus-melonjak-bQBZfaw31n.jpg Ilustrasi obesitas. (Foto: Shutterstock)

HARI ini tanggal 4 Maret diperingati sebagai Hari Obesitas Sedunia. Berbagai kasus penyakit obesitas pun jadi bahasan, salah satunya angka penderitanya yang terus mengalami kenaikan.

Terkait hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan kasus obesitas di Indonesia kian meningkat. Berdasarkan data yang dimiliki, 1 dari 3 orang dewasa di Tanah Air mengalami obesitas, kemudian 1 dari 5 anak usia 5–12 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Baca juga: Hari Obesitas Sedunia, Ini Penyebab dan Langkah Penanganannya 

"Obesitas di Indonesia melonjak dengan mengkhawatirkan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 juga menunjukkan bahwa tren masalah berat badan pada orang dewasa Indonesia telah mengalami peningkatan hampir dua kali lipat. Dari 19,1 persen pada 2007 hingga 35,4 persen pada 2018. Kita harus benar-benar menekan tren peningkatan obesitas ini," ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes dr Cut Putri Arianie MHKes, dalam keterangannya, seperti dikutip dari Antara, Kamis (4/3/2021).

Walaupun belum menjadi prioritas dibandingkan penyakit lain, obesitas telah menimbulkan dampak kesehatan yang serius serta risiko finansial yang makin mahal bagi negara.

Ilustrasi obesitas. (Foto: Shutterstock)

Dengan lebih dari 800 juta orang di dunia yang mengalami obesitas, konsekuensi medis dari obesitas akan mencapai lebih dari 1 triliun dolar Amerika Serikat pada tahun 2025.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan obesitas sebagai akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan dan dapat mengganggu kesehatan. Bagi masyarakat Asia, seseorang mengalami obesitas jika memiliki indeks massa tubuh (IMT) di atas angka 25.

Baca juga: Ini 7 Masalah Kesehatan Akibat Obesitas, Yuk Segera Dihindari 

Dokter Cut Putri juga menegaskan bahwa pemerintah harus menangani permasalahan obesitas dengan serius. Hal pertama adalah perlu adanya diagnosis kasus sedini mungkin.

"Untuk mengurangi angka obesitas di Indonesia, perlu dilakukan diagnosis kasus sedini mungkin untuk memberikan penanganan yang lebih baik," paparnya.

Ia melanjutkan, Kemenkes telah mengembangkan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di masyarakat untuk memberikan edukasi tentang kebiasaan hidup sehat yaitu "CERDIK".

Baca juga: Seseorang Rentan Terinfeksi Covid-19 karena Kelebihan Lemak dalam Tubuh 

"CERDIK" sendiri meliputi: Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik olah raga, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, serta Kelola stres.

"Kami juga mempromosikan 'Gerakan Masyarakat Hidup Sehat' (GERMAS). Dengan tindakan ini, kami berharap angka obesitas dapat diturunkan," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini