Hari Obesitas Sedunia, Kenali Faktor Risiko dan Cara Mengatasinya

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 481 2372122 faktor-risiko-dan-cara-mengatasi-obesitas-EB9GnsfpyT.jpg Wanita Obesitas (Foto: Inst Bigbabes for real)

Prevalensi obesitas telah meningkat berkali-kali lipat dalam beberapa dekade terakhir. Penumpukan lemak yang tidak normal atau berlebihan di berbagai bagian tubuh tidak hanya membuat seseorang sadar akan penampilannya tetapi juga dapat menyebabkan gangguan metabolisme yang parah seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Konsultan GI dan Ahli Bedah Bariatrik, Departemen Bedah Lambung, Medanta The Medicity Hospital, Dr Vikas Singhal menjelaskan mengenai faktor risiko obesitas dan cara-cara untuk menangani kondisi tersebut, seperti dilansir Times of India.

 obesitas

Jenis obesitas yang umum

Dr Singhal menjelaskan, ada dua jenis obesitas yang umum terjadi, yakni pola pria dan pola wanita. Pola pria dikenal sebagai obesitas yang terburuk dari keduanya karena distribusi lemak pada mereka berada di sekitar area pinggang.

Lemak di sekitar perut dikenal sebagai lemak visceral atau lemak jahat. Jenis lemak ini terdapat jauh di dalam jaringan dan sering dikaitkan dengan beberapa jenis masalah kesehatan seperti stroke dan masalah ginjal.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan mengenai pola wanita atau obesitas gynoid. Distribusi lemak disini tidak hanya di sekitar pinggang, tetapi juga di bagian lain seperti pinggul, paha. Jenis lemak ini tidak terlalu berbahaya karena kecil kemungkinannya untuk dikaitkan dengan masalah metabolisme yang menyertai obesitas.

Faktor risiko obesitas

Berlawanan dengan kepercayaan populer, obesitas bukan hanya akibat dari makan yang berlebihan atau masalah gaya hidup. Dr Singhal menjelaskan, obesitas dianggap sebagai penyakit dan diobati.

Hanya pola makan yang buruk tidak dapat menyebabkan obesitas. Asupan energi, genetika, gangguan hormonal, atau masalah psikologis bisa jadi faktor lain penyebab obesitas.

"Hari Obesitas Dunia kali ini, diperingati hanya untuk menyadarkan masyarakat bahwa obesitas tidak lagi dianggap sebagai masalah gaya hidup atau gangguan gaya hidup," katanya.

Lalu apa yang menyebabkan obesitas?

Dari semua faktor tersebut, pola makan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap obesitas.

"Hampir 70 persen kasus obesitas secara langsung terkait dengan tidak melakukan diet yang sesuai dan tidak ada jumlah olahraga yang dapat mengimbangi pola makan yang buruk," katanya.

 

Selain itu, ada beberapa faktor lain seperti masalah hormonal, pengobatan umum, dan kebiasaan gaya hidup yang dapat menyebabkan obesitas.

Bagaimana cara mengatasi obesitas?

Menurut Dr Singhal, langkah penting pertama adalah mengevaluasi penyebab obesitas dan mengambil langkah yang diperlukan.

“Koreksi pola makan, termasuk olahraga dalam rutinitas sehari-hari, perubahan dalam pengobatan umum adalah beberapa hal pertama yang direkomendasikan. Setelah ini, prosedur endoskopi atau operasi bariatrik ikut berperan,” jelas dokter tersebut.

Dia mengatakan bahwa diet dan olahraga sudah cukup bagi mereka yang berat badannya naik 15-16 kilogram dan berada dalam kisaran kelebihan berat badan, tetapi orang yang beratnya lebih dari 16 kilogram mungkin perlu minum obat.

Untuk orang dengan berat lebih dari 90 kilogram, opsi endoskopi lebih baik dan bagi mereka yang memiliki berat di atas 100 kilogram, opsi operasi bariatrik dapat dipertimbangkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini