Pandemi Covid-19 Bikin Masalah Mental Berkepanjangan, Apa Solusinya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 481 2372446 pandemi-covid-19-bikin-masalah-mental-berkepanjangan-apa-solusinya-Pzd6Fay3Sz.jpg Merasa tak bahagia (Foto: Thought catalog)

Setahun pandemi Covid-19 sudah berlangsung di Indonesia. Situasi ketidakpastian seharusnya dihadapi dengan pikiran yang positif dan tentunya tubuh yang sehat agar tak terkena masalah mental.

Keseimbangan dalam menjaga kebugaran jiwa dan raga menjadi penting di masa kritis seperti sekarang. Apalagi, menurut Psikolog Rr. Finandita Utari, pandemi yang terus berlanjut menyebabkan efek berkepanjangan.

 terkena masalah mental

"Peluncuran vaksin Covid-19 tentu memberi harapan dalam perjuangan melawan pandemi. Tapi, Covid-19 akan terus menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat di seluruh dunia dalam jangka panjang," paparnya melalui keterangan tertulis yang diterima MNC Portal Indonesia, Kamis (3/3/2021).

Utari melanjutkan, dampak psikologis akibat pengaruh pandemi dapat bertahan lama dan sebagian orang dapat mengalami masalah kesehatan mental berkepanjangan.

Nah, agar kesehatan mental dapat selalu terjaga, saran Utari, maka satu hal terpenting adalah kita semua perlu bahagia.

"Untuk bahagia, maka kita semua harus memiliki waktu istirahat yang cukup, berolahraga, dan meluangkan waktu untuk membahagiakan diri. Itu semua dapat membuat seseorang merasa dirinya sangat positif, berenergi, dan bahagia," katanya.

Selebriti Denada Tambunan sendiri menyadari betul bahwa di tengah situasi pandemi seperti ini, bukan hanya kesehatan tubuh yang kuat, tetapi kesehatan mental juga harus diperhatikan.

"Kita harus terus menjaga kondisi tubuh, tapi harus diingat pula bahwa kesehatan mental itu sama pentingnya. Kendalikan dan ubahlah dirimu dan mulailah step into happy," ungkapnya.

Lebih lanjut, Denada menyarankan agar semua orang melihat situasi saat ini secara positif dan menganggapnya sebagai peluang untuk memulai transformasi pikiran, tubuh, dan jiwa secara utuh.

"Hubungan saya dengan anak saya menjadi sangat dekat, karena kami menghabiskan banyak waktu bersama di rumah. Ketika kami jenuh, kami mulai menari mengikuti lagu Zumba favorit kami, meskipun hanya selama 5 atau 10 menit. Aktivitas seperti ini sangat efektif untuk meningkatkan mood dan menjadi terapi instan untuk menghilangkan stres," ceritanya.

Dia menambahkan, jika meningkatkan intensitas Zumba selama 15 menit atau lebih, itu bisa membakar kalori sambil bersenang-senang. Tidak hanya itu, Denada juga menyarankan agar semua orang jangan lupa menjaga pola makan yang sehat.

"Nah, untuk menjaga keseimbangan tubuh, Anda bisa menjalani rutinitas olahraga, salah satunya olahraga secara virtual," tambah Denada.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini