Kenapa Obesitas Perburuk Kondisi Pasien Covid-19? Ini Penjelasannya

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 612 2372201 kenapa-obesitas-perburuk-kondisi-pasien-covid-19-ini-penjelasannya-XsK9f73n9X.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT komorbid merupakan salah satu penyebab mereka yang terinfeksi virus corona Covid-19 bertambah parah. Salah satu komorbid yang berbahaya adalah obesitas.

Pasalnya, obesitas dapat memicu terjadinya komplikasi yang cukup berbahaya. Ada beberapa komplikasi penyakit akibat obesitas, antara lain hipertensi, penyakit jantung, stroke, osteoartritis, dan periodontitis atau penyakit gusi berdarah.

Associate Professor Departemen Ilmu Kedokteran Dasar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, dr. Gaga Irawan Nugraha, dr., SpGK., MGizi mengatakan obesitas akan berkaitan dengan penyakit komorbid lainnya seperti hipertensi dan diabetes.

“Ketika awal-awal Covid-19 meningkat kasusnya orang tidak mengetahui bahwa obesitas itu menjadi salah satu faktor risiko dari terinfeksi. Saat Covid-19 masuk ke Amerika Serikat pada April dilaporkan bahwa ternyata begitu banyak kematian terutama di kota New York,” jelas dr. Gaga.

Lebih lanjut dr. Gaga menjelaskan, di Amerika Serikat sendiri lebih dari 42 persen masyarakatnya yang terinfeksi mengalami obesitas. Pada kesempatan itu, ia pun menjelaskan bahwa ada beberapa faktor kesehatan yang menyebabkan seseorang menjadi mudah terinfeksi Covid-19.

“Jadi nomor satu yang mudah terkena Covid-19 adalah orang yang terkena hipertensi. Dan potensi yang kedua ternyata adalah obesitas. Karena kalau orang obesitas itu yang pertama, dia memiliki lemak yang lebih besar permukaannya sehingga reseptor untuk menempelnya virus itu menjadi lebih banyak dan luas,” lanjutnya.

Kondisi tersebut membuat orang obesitas menjadi lebih mudah terinfeksi dan mengalami pergerakan setelah terpapar virus Covid-19. Obesitas juga membuat Jantung menjadi lebih banyak lemak di kanan, kiri, depan, belakangnya. Hal yang sama pun terjadi pada lemak di perutnya.

"Sehingga ketika terinfeksi Covid-19 dan kemudian ia sulit bernapas, maka kesulitan bernapasnya bertambah. Restriksi parunya menjadi semakin kecil, termasuk jantungnya tertekan oleh lemak," katanya.

"Dan yang ketiga, orang yang obesitas akan mengalami kelainan imunitas yang menyebabkan mereka lebih mudah terkena dan lebih mudah mengalami pergerakan karena obesitasnya tersebut,” tukas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini