Obesitas Ternyata Pengaruhi Efektivitas Vaksin Covid-19 Loh

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 612 2372300 obesitas-ternyata-pengaruhi-efektivitas-vaksin-covid-19-loh-z8d2QJK6GA.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

INDONESIA memang tengah mengencarkan pemberian vaksin Covid-19. Setelah sebelumnya para tenaga kesehatan yang mendapatkan vaksin, kini giliran lansia.

Meski demikian, tidak semua orang bisa mendapatkan vaksin. Mereka yang memiliki gejala penyakit jantung dan penyakit berbahaya lainnya harus mendapat rekomendasi dari para dokter sebelum bisa mendapat vaksin Covid-19.

Tapi, peneliti menemukan jika kondisi kesehatan tertentu, seperti obesitas dapat membuat vaksin virus corona atau Covid-19 tidak efektif. Jadi, meskipun mereka bisa menerima vaksin, tapi tingkat efektivitasnya akan berbeda dengan orang normal.

Para peneliti mengatakan, ketidakefektifan ini kemungkinan besar akan membuat mereka yang mengalami obesitas semakin rentan terhadap penyakit yang belum ada vaksinnya ini.

Dilansir Times Now News, peneliti menjelaskan, obesitas bisa mendorong respons imun tubuh dan memicu peradangan parah. Ini bisa membuat tubuh kurang siap untuk melawan virus.

"Ini bukan masalah tidak berhasil, ini lebih merupakan masalah kemanjuran. Dengan kata lain, vaksin dapat bekerja tetapi tetap dapat berfungsi. Mungkin tidak efektif," kata Dr Chad Petit, asisten profesor di Universitas Alabama di Birmingham, seperti dikabarkan Daily Mail.

Peneliti lain dari studi tersebut mengatakan, ukuran jarum vaksin juga penting bagi orang gemuk karena jarum satu inci standar terbukti kurang efektif untuk mereka. "Jika Anda memberikan suntikan intramuskular, itu benar-benar dapat mencapai otot," jelas Dr Schaffner, seorang profesor di Vanderbilt University Medical Center di Nashville.

Pada 1985, para ilmuwan menemukan bahwa obesitas dapat melemahkan kemanjuran vaksin. Para peneliti telah menemukan bahwa kekebalan dari hepatitis B berkurang dengan cepat di antara petugas layanan kesehatan yang mengalami obesitas, hanya dalam 11 bulan setelah mengambil vaksinasi.

Pengamatan serupa dilakukan pada orang gemuk yang pernah mendapat vaksin hepatitis A, influenza, rabies, dan tetanus.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pun telah memperingatkan orang-orang yang termasuk dalam kategori BMI obesitas yakni 40 atau lebih, bahwa mereka berisiko sakit parah karena Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini