Belum Terbukti Turunkan Efikasi Vaksin Covid-19, Obat Jantung Masih Aman Diminum

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2021 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 481 2372903 belum-terbukti-turunkan-efikasi-vaksin-covid-19-obat-jantung-masih-aman-diminum-bcuVgeNx67.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Beberapa waktu lalu, salah satu kabar mengatakan bahwa masyarakat dilarang mengonsumsi obat jantung sebelum divaksinasi Covid-19. Sebab mengonsumsi obat jantung, akan menghambat pembentukan antibodi pada tubuh seseorang.

Kabar tersebut menyebut dua kandungan obat jantung yakni clopidogrel (plavix, cog, dll) dan statin (lipitor, crestor simvastatin, atorvastatin, rosuvastatin). Obat tersebut dilarang dikonsumsi selama tujuh hari sebelum vaksinasi sampai hari ke-21 sesudah vaksinasi kedua.

Minum Obat

Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i, mengatakan statin adalah obat yang diresepkan dan dikonsumsi oleh orang-orang yang memang high risk atau risiko tinggi. Seperti serangan jantung, stroke dan lain-lain yang melibatkan kardiovaskular.

“Jadi kalau kita melihat kebermanfaatannya, statin jauh lebih bermanfaat, tapi ini untuk vaksin flu. Kalau untuk vaksin Covid-19 belum ada studinya,” terang dr. Fajri, saat diwawancarai MNC Portal Indonesia, Jumat (5/3/2021).

Baca Juga : 4 Gaya Megan Domani Pakai Kaos Ketat Putih Bikin Gagal Fokus

Baca Juga : Gaya Wika Salim Pakai Kemben Goyang Panggung, Sang Biduan Kangen Dangdutan

Lebih lanjut dr. Fajri menyebut bahwa pemberian statin dalam jangka waktu tertentu dapat menurunkan angka kematian, kesakitan sekian persen pada penderita yang diindikasikan diabetes melitus (DM). Terlebih pasca pemasangan ring pada orang sakit jantung.

“Sehingga para pasien yang sedang mengonsumsi rutin obat tersebut, wajib melanjutkan sesuai dengan resep dokter. Agar proteksi dari obat tersebut dalam mencegah berbagai kejadian kardiovaskular dapat tetap terjaga. Karena jelas kebermanfaatannya. Justru kalau nanti di stop, tidak ada yang tahu dampak kedepannya untuk penyakit kardiovaskular,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini