Alami Benjolan Mirip Kanker Payudara Setelah Vaksin Covid-19? Normal Kok

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2021 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 612 2372602 alami-benjolan-mirip-kanker-payudara-setelah-vaksin-covid-19-normal-kok-AZdpzD9CCA.jpg Ilustrasi Vaksin. (Foto: Freepik)

EFEK samping vaksin Covid-19 pada setiap orang memang berbeda-beda. Ada yang mengalami demam, lemas, timbul rasa lapar atau bahkan tidak ada efek samping sama sekali.

Well, bagi sebagian perempuan bisa juga terjadi benjolan di area payudara yang sekilas dirasa mirip seperti tanda kanker payudara. Tapi tak perlu langsung cemas terlebih dahulu, sebab menurut para ahli benjolan tersebut merupakan salah satu efek samping dari vaksin Covid-19 yang bisa terlihat muncul di pemeriksaan mammogram atau pemeriksaan scanning (pemindaian) lainnya.

“Ada beberapa situasi di mana pasien periksa untuk mammogram, dan lewat scan mammogram tersebut terlihat benjolan itu,” ujar Dr. Harold Burstein, ahli onkologi payudara di Dana-Farber Cancer Institute.

Namun, para dokter merekomendasikan para pasien untuk periksa mammogram terlebih dahulu sebelum divaksin Covid-19. Menurut National Cancer Institute, kelenjar getah bening adalah jaringan khusus dalam sistem kekebalan tubuh yang mengandung sel darah putih dan membantu melawan infeksi dan penyakit.

Kelenjar getah bening ini, seperti dikatakan Dr. Harold biasanya ada di seluruh tubuh tapi paling menonjol di area ketiak, leher, dan selangkangan dengan ukuran seperti kacang. Kelenjar getah bening yang terletak di area ketika inilah, yang dikatakan kemungkinan berpeluang paling besar untuk membengkak setelah proses vaksinasi, karena area ini yang paling dekat dengan titik lokasi penyuntikan.

Biasanya, kelenjar getah bening di area ketiak tersebut mulai membengkak setelah beberapa hari penyuntikan dan dapat bertahan hingga 12 pekan. Secara umum, vaksin tidak seharusnya menimbulkan kelainan apapun untuk di payudara, hanya di area bawah ketiak.

Sekali lagi, ahli kesehatan menekankan kondisi ini sepenuhnya normal karena adanya peningkatan peradangan yang mana menunjukkan antibodi sedang bekerja melindungi tubuh terhadap SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit Covid-19.

“Ini adalah respon imun yang normal terhadap vaksin yang ampuh dan ini yang diharapkan. Ini adalah konsekuensi yang diinginkan dari vaksin,” jelas Dr. Harold Burstein, seperti dikutip USA Today.

Selain vaksin Covid-19, ternyata beberapa jenis vaksin lainnya juga menimbulkan respon serupa. Contohnya vaksin influenza dan human papillomavirus.

Tapi, Dr. Jessica Leung, profesor radiologi diagnostik dan wakil ketua breast imaging di University of Texas MD Anderson Cancer Center mengingatkan, walaupun pembengkakan kelenjar getah bening bisa menyerupai benjolan, idealnya tetap penting untuk tetap divaksin Covid-19 sekaligus skrining untuk kanker payudara.

Menghindari adanya salah perkiraan, Dr. Jessica menyarankan sebelum divaksin ada baiknya untuk menjalani pemeriksaan skrining kesehatan terlebih dahulu. Tapi jika tak memungkinkan, bisa lihat dan menunggu dulu sekitar empat sampai enam pekan setelah disuntik vaksin.

“Jangan menunggu terlalu lama usai enam pekan. Segera lakukan pemeriksaan mammogram dan beri tahu bahwa Anda sudah divaksin Covid-19, di bagian lengan mana dan juga kapan tanggal penyuntikan vaksin tersebut,” pungkas Dr. Jessica.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini