Sedih Banget, Curhat Ibu Muda Kehilangan Bayinya Akibat 'Nelen' Baterai

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2021 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 612 2372841 sedih-banget-curhat-ibu-muda-kehilangan-bayinya-akibat-nelen-baterai-Zzbzft3Dlr.jpg Bayi menelan baterai (Foto: NY Post)

Kehilangan bayi untuk selamanya tentu menjadi kesedihan terdalam orangtua. Kondisi itu yang dialami ibu muda satu ini, ia harus ikhlas atas meninggalnya bayi perempuannya yang berusia 17 bulan akibat menelan batu baterai.

Ibu muda itu bernama Trista Hamsmith. Ia mulai menyadari ada yang tidak beres dengan anaknya saat Reese, nama putrinya, mengalami mengi atau napas berbunyi. Bayi yang biasanya aktif itu pun lesu tak bertenaga. Tidak hanya itu, Reese pun dilaporakn sesak napas.

 baterai

Tidak tinggal diam, Hamsmith langsung membawa Reese ke rumah sakit dan bocah 17 bulan itu didiagnosis ISPA atau infeksi saluran pernapasan atas. Penyakit ISPA dikatakan dokter sangat umum terjadi pada anak-anak.

Mendengar diagnosis itu, Hamsmith setidaknya lega, terlebih anaknya sudah mendapatkan obat yang diresepkan dokter. Beberapa hari kemudian, ibu muda ini menyadari bahwa baterai di remot televisinya hilang.

Panik, Hamsmith membawa Reese ke UGD dan benar saja, batu baterai yang hilang itu ternyata ada di dalam tubuh si bayi kecil tersebut. Karena kejadian itu, kerongkongan Reese berlubang.

Reese diketahui menjalani operasi dan berhasil. Bayi cantik itu bisa pulang ke rumah. Tapi, keadaan tidak membaik karena banyak komplikasi muncul.

"Ada semacam lubang yang menembus trakea dan esofagus di dalam tubuh Reese. Saat lubang itu terbentuk, kemungkinan udara pergi ke tempat yang tidak seharusnya sangat mungkin terjadi. Makanan dan minum pun akhirnya bisa melewati lubang itu dan benda-benda tersebut tidak menuju tempat yang seharusnya," cerita Hamsmith.

Sejak saat itu, Reese menggunakan selang makanan dan menggunakan ventilator untuk bernapas. Dia bahkan membutuhkan operasi lanjutan.

Bayi mungil itu sempat mendapat penanganan CPR sebanyak dua kali dan di momen kedua kalinya itu Reese meninggal dunia, tepatnya pada 17 Desember 2020.

Sementara itu, Dokter Emily Durkin, direktur medis bedah anak-anak di Rumah Sakit Anak Helen DeVos di Grand Rapids, Michigan, yang tidak merawat Reese, mengatakan di salah satu stasiun televisi di Amerika bahwa baterai yang tertelan dapat menyebabkan bahaya serius jika tertahan di kerongkongan.

"Jika Anda menelan batu baterai dan tersangkut di kerongkongan, kondisi itu membuat dinding depan esofagus rusak dan ini membuat arus listrik benar-benar mengalir melalui jaringan esofagus. Ketika itu terjadi, baterai akan membunuh dengan membakar jaringan di sekitar baterai itu berada," papar dr Durkin.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini