Tak Ampuh Lawan Varian Brasil, Vaksin Sinovac Bakal Di-update

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2021 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 612 2373028 tak-ampuh-lawan-varian-brasil-vaksin-sinovac-bakal-di-update-HO2mSjzJv7.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

VARIAN virus Corona B117 dari Inggris memang dikabarkan telah masuk ke Indonesia. Virus tersebut terdeteksi pada dua orang warga asal Karawang.

Memang, mutasi virus Covid-19 baru ini menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Apalagi, mutasi tersebut bukan hanya di satu negara saja, tetapi di banyak negara seperti Inggris, Afrika selatan hingga Brasil.

Tidak heran, jika produsen vaksin pun mendapatkan tugas baru untuk meng-update vaksin mereka. Nah, studi terbaru vaksin buatan PT Sinovac Biotech asal China, CoronaVac, kurang ampuh menghadapi virus corona asal Brasil.

Seperti dilaporkan Reuters, dari studi penelitian kecil laboratorium di Brasil disebutkan menunjukkan temuan bahwa vaksin produks Sinovac tersebut punya kemungkinan tidak memicu respons antibodi yang cukup untuk melawan varian virus corona baru yang diindentifikasi di Brasil.

Penelitian kecil tersebut, digelar dengan menggunakan sampel plasma yang diambil dari delapan orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19 memakai vaksin CoronaVac buatan Sinovac. Seperti diterangkan para peneliti dalam makalah penelitian tersebut, hasilnya memperlihatkan sample plasma itu gagal menetralkan varian garis keturunan P.1 secara efisien, atau 20J / 501Y.V3.

“Hasil ini menunjukkan bahwa virus P.1 mungkin lolos dari antibodi penetral yang diinduksi oleh vaksin CoronaVac, ” tulis para peneliti di Universitas São Paulo di Brasil, Fakultas Kedokteran Universitas Washington di Amerika Serikat, dan beberapa institusi lainnya yang terlibat.

Namun, walau penelitian menunjukkan bisa terjadi infeksi ulang pada individu yang divaksinasi. Para peneliti menyebutkan, perlindungan yang diberikan oleh vaksin CoronaVac terhadap Covid-19 yang parah bisa mengindikasikan mekanisme lain dalam sistem kekebalan manusia, selain antibodi, juga bisa berkontribusi untuk mengurangi tingkat keparahan penyakit.

Hingga berita ini dilansir, disebutkan bahwa juru bicara Sinovac belum bisa dihubungi dalam waktu dekat untuk dimintai komentar.

Chief executive Sinovac, Yin Weidong dalam tayangan program di CGTN mengemukakan bahwa perusahaan mereka sepenuhnya mampu untuk kapasitas produksi mereka saat ini, untuk mengembangkan vaksin baru terhadap varian virus baru jika memang perlu. Bahkan, prosesnya akan lebih singkat daripada yang dibutuhkan untuk mengembangkan vaksin CoronaVac.

Sementara itu, untuk diketahui vaksin CoronaVac produksi dari PT Sinovac Biotech, Cina sendiri ini selain dipakai dalam program vaksinasi nasional oleh Cina sendiri. Tetapi juga digunakan sebagai salah satu vaksin untuk program vaksinasi nasional di Brasil, Turki dan Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini