Bunda, Kenali Yuk Deretan Penyebab Bayi Sering Menangis

Muhammad Ali Hafizhuddin, Jurnalis · Minggu 07 Maret 2021 04:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 481 2373546 bunda-kenali-yuk-deretan-penyebab-bayi-sering-menangis-Qa6QSDSphx.jpg Ilustrasi bayi menangis. (Foto: Jcomp/Freepik)

MENANGIS adalah salah satu cara bayi berkomunikasi. Di balik tangisan itu ada hal yang ingin disampaikan bayi kepada orangtuanya. Hal itu bisa berupa kondisi lapar, ingin buang air, atau ketidaknyamanan lainnya.

Tapi ternyata masih banyak orangtua yang tidak tahu cara meredakan bayi menangis, sehingga tangisannya justru lebih kencang. Orangtua wajib mengetahui penyebab bayi sering menangis.

Baca juga: Sedih Banget, Curhat Ibu Muda Kehilangan Bayinya Akibat 'Nelen' Baterai 

Lantas apa saja penyebab bayi menangis? Berikut penjelasannya, sebagaimana dijelaskan laman Times of India.

1. Kurang sehat

Jika bayi kurang sehat, maka akan menangis dengan nada yang berbeda dari biasanya. Tangisan akan semakin lemah dan tidak berkelanjutan.

Tidak ada yang mengenal bayi lebih baik dari siapa pun kecuali Anda sendiri. Jadi jika Anda merasa ada perubahan pada suara tangisan, segera hubungi dokter untuk memberikan penanganan lebih lanjut.

Ilustrasi bayi. (Foto: Freepik)

2. Lapar

Lapar adalah alasan paling umum mengapa bayi menangis. Bayi memiliki perut kecil yang tidak bisa menampung banyak makanan. Jadi jika bayi menangis, hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah memberinya ASI. Kadang-kadang bayi merasa lapar segera setelah jam makan terakhirnya.

3. Lelah

Bayi mungkin akan sulit tidur jika kelelahan. Petunjuk bahwa bayi Anda lelah adalah merengek dan menangis pada hal-hal kecil.

Baca juga: Bolehkan Ibu Melahirkan yang Positif Covid-19 Berinteraksi dengan Bayinya? 

4. Kepanasan atau kedinginan

Ada kemungkinan mungkin kurang memerhatikan pakaian untuk bayi yang sesuai cuaca. Coba sesuaikan pakaian bayi Anda dengan suhu di sekitar untuk tetap menjaga suhu tubuh bayi normal.

5. Saatnya ganti popok

Bayi Anda mungkin menjadi rewel atau menangis keras jika popoknya basah atau kotor. Kulit mungkin teriritasi dan membuat bayi Anda menangis. Gunakan krim ruam popok jika bayi Anda mengalami ruam dan berikan dia waktu luang.

Baca juga: Studi: Ibu Hamil Mewariskan Antibodi Covid-19 ke Bayi di Kandungan 

6. Terlalu banyak orang

Jika ada terlalu banyak pengunjung yang menyebabkan terlalu banyak perhatian dan pelukan, bayi mungkin menjadi terlalu terstimulasi. Bawa bayi ke suatu tempat yang tenang dan bantu dia tidur.

7. Butuh pelukan

Terkadang bayi hanya perlu banyak dipeluk untuk menenangkannya. Cobalah menyanyikan lagu pengantar tidur dan peluk bayi Anda saat dia menangis di lain waktu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini