Indonesia Masuk Corona B117, Malaysia Kedatangan Virus B1525

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 06 Maret 2021 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 06 612 2373427 indonesia-masuk-corona-b117-malaysia-kedatangan-virus-b1525-clUc2AdIp6.jpg Ilustrasi Virus Corona. (Foto: Shutterstock)

VARIAN virus corona B1525 telah menjadi salah satu tambahan terbaru dalam daftar pantauan varian global dan telah dimasukkan dalam daftar varian yang sedang diselidiki oleh Public Health England.

Para ilmuwan terus mengawasi varian ini karena memiliki beberapa mutasi pada gen yang membuat protein lonjakan, bagian dari virus yang menempel pada sel manusia.

Seperti banyak varian lainnya, B1525 tampaknya muncul baru-baru ini di Malaysia. Malaysia melaporkan penemuan dua kasus varian baru virus corona B1525 yang diklaim lebih cepat menular dan tahan dari antibodi.

Varian tersebut menjadi perhatian karena dapat menurunkan efektivitas vaksin Covid-19. Ketua Kelompok Penasihat Pemodelan Epidemiologi Irlandia, Profesor Philip Nolan, mengatakan ada bukti yang muncul tentang dampak vaksinasi di fasilitas perawatan jangka panjang di mana infeksi dan kematian telah menurun.

Sementara itu, Public Health England mengkhawatirkan hal tersebut karena memiliki target vaksin dapat memengaruhi protein lonjakan yang merupakan bagian dari virus yang menempel pada sel manusia.

Banyak produsen vaksin telah mengumumkan rencana untuk mengubah suntikan mereka untuk memperhitungkan varian ini, termasuk tim Oxford-AstraZeneca.

Ada juga pekerjaan yang sedang dilakukan untuk membuat vaksin universal yang akan bekerja pada semua varian Covid-19, dengan menargetkan inti virus, bukan hanya protein lonjakan. Para peneliti mengatakan ini bisa tersedia hanya dalam setahun.

Sekadar informasi, ada dua warga Karawang yang menjadi TKI dari Arab Saudi pulang ke Indonesia dengan membawa varian baru virus corona Inggris atau dikenal dengan B117.

Inisial mereka adalah M dan A, berjenis kelamin perempuan. M merupakan warga Kecamatan Lemah Abang dan A asal Kecamatan Pedes. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Karawang dr. Nanik Djojana mengatakan dari dua orang itu, ternyata hanya satu yang masih berada di Karawang.

Kemenkes sendiri belum dapat bukti ilmiah yang bisa menunjukkan jika virus B117 ini punya tingkat keganasan yang lebih parah dibandingkan jenis virus Sars-CoV-2 penyebab Covid-19.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengatakan dua kasus ini merupakan hasil temuan dari 462 sampel yang diperiksa. Mutasi virus corona B117 sebelumnya pertama kali diumumkan di Inggris pada Desember 2020.

“Virus corona adalah tipe virus RNA (ribonucleic acid) yang secara alami mudah mengalami mutasi dan mutasi memang merupakan kemampuan virus untuk bertahan hidup," kata dr. Nadia, dikutip dari laman resmi Kemenkes

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini