Memperkuat Otak hingga Kurangi Stres, Manfaat Membaca Buku untuk Kesehatan

Muhammad Ali Hafizhuddin, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 481 2373928 memperkuat-otak-hingga-kurangi-stres-manfaat-membaca-buku-untuk-kesehatan-KlWnHNAG5Q.jpg Ilustrasi membaca buku. (Foto: Jcomp/Freepik)

BANYAK orang menyebut buku adalah "jendela dunia". Di dalam buku bisa didapat banyak pengetahuan tentang berbagai hal. Maka itu, sejumlah orang menggemari aktivitas membaca buku.

Membaca buku ternyata juga bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental manusia. Manfaat tersebut ternyata bisa bertahan seumur hidup.

Baca juga: Studi Menunjukkan, Membaca Buku di Alam Terbuka Lebih Baik untuk Mata 

Berikut penjelasan singkat tentang membaca buku dapat mengubah otak dan tubuh manusia menjadi lebih baik, seperti dilansir laman Healthline.

1. Meningkatkan kemampuan berempati

Berbicara tentang merasakan sakit, sebuah hasil studi menunjukkan bahwa orang yang membaca buku fiksi sastra atau cerita yang mengeksplorasi kehidupan batin karakter bisa menunjukkan kemampuan yang lebih tinggi untuk memahami perasaan dan keyakinan orang lain.

Studi itu menyebut kemampuan ini sebagai "teori pikiran", seperangkat keterampilan yang penting untuk membangun, mengarahkan, dan memelihara hubungan sosial. Meskipun satu sesi membaca buku fiksi sastra kemungkinan tidak akan memicu perasaan ini, studi tersebut menunjukkan bahwa pembaca fiksi jangka panjang cenderung memiliki teori pikiran yang berkembang lebih baik.

Membaca buku (Foto: The Telegraph)

2. Memperkuat otak

Sebuah badan penelitian yang berkembang menunjukkan bahwa membaca benar-benar mengubah pikiran manusia. Dengan menggunakan pemindaian MRI, para ilmuwan telah mengonfirmasi bahwa membaca melibatkan jaringan sirkuit dan sinyal yang kompleks di otak.

Saat kemampuan membaca jadi matang, jaringan tersebut juga menjadi lebih kuat dan lebih canggih. Dalam satu studi yang dilakukan pada 2013, para peneliti menggunakan pemindaian MRI fungsional untuk mengukur efek membaca novel di otak.

Baca juga: Buku Paling Berbahaya di Dunia, Menyentuhnya Bisa Sebabkan Kematian 

3. Mengembangkan kosakata

Para peneliti telah menemukan bahwa siswa yang membaca buku secara teratur, mulai dari usia muda, secara bertahap mengembangkan kosakata yang besar. Ukuran kosakata dapat memengaruhi banyak bidang kehidupan, mulai skor pada tes standar hingga penerimaan di perguruan tinggi dan peluang kerja.

Jajak pendapat pada 2019 yang dilakukan oleh Cengage menunjukkan bahwa 69 persen pemberi kerja mencari orang dengan keterampilan lain, seperti kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif. Membaca buku adalah cara terbaik untuk meningkatkan eksposur pada kata-kata baru yang dipelajari dalam konteks.

4. Dapat membantu hidup lebih lama

Sebuah studi kesehatan dan pensiun jangka panjang, mengikuti kohort dari 3.635 peserta dewasa selama 12 tahun, menemukan bahwa mereka yang membaca buku bertahan sekira 2 tahun lebih lama daripada mereka yang tidak membaca. Studi tersebut juga menyimpulkan bahwa orang yang membaca lebih dari 3 setengah jam setiap minggu memiliki kemungkinan 23 persen untuk hidup lebih lama daripada mereka yang tidak membaca sama sekali.

Baca juga: Masih Ingin Tambah Koleksi Buku di 2021? Intip Tipsnya agar Tak Menjadi Kuning 

5. Membuat istirahat malam jadi lebih baik

Dokter di Mayo Clinic menyarankan membaca sebagai bagian dari rutinitas tidur yang teratur. Untuk hasil terbaik, Anda mungkin ingin memilih buku cetak daripada membaca di layar, karena cahaya yang dipancarkan perangkat dapat membuat tetap terjaga dan menyebabkan hasil kesehatan lain yang tidak diinginkan. Dokter tersebut juga menganjurkan agar Anda membaca di tempat lain selain kamar tidur jika sulit tidur.

6. Mengurangi stres

Pada 2009, sekelompok peneliti mengukur efek relaksasi, humor, dan membaca terhadap tingkat stres siswa yang menuntut program ilmu kesehatan di Amerika Serikat. Studi tersebut menemukan bahwa 30 menit membaca dapat menurunkan tekanan darah, detak jantung, dan perasaan tertekan psikologis yang sama efektifnya dengan relaksasi dan humor.

Penulis penelitian menyimpulkan, "Karena kendala waktu adalah salah satu alasan yang paling sering dikutip untuk tingkat stres yang tinggi yang dilaporkan oleh mahasiswa ilmu kesehatan, 30 menit dari salah satu teknik ini dapat dengan mudah dimasukkan ke jadwal mereka tanpa mengalihkan banyak waktu dari studi mereka."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini