PPKM Mikro Diperpanjang, Menkes Budi Beberkan 3 Strategi Baru Atasi Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 481 2374394 ppkm-mikro-diperpanjang-menkes-budi-beberkan-3-strategi-baru-atasi-covid-19-MSk4J9uoWg.png Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Negara)

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan strategi penanganan covid-19 selama perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro hingga 22 Maret 2021. Ada tiga strategi baru yang menjadi konsentrasi Menkes Budi, yakni akselerasi tes, pelacakan, dan isolasi.

Dalam konferensi pers perpanjangan PPKM Mikro yang disiarkan melalui kanal YouTube @PerekonomianRI, Menkes Budi mengatakan seluruh kontak erat dari kasus konfirmasi harus dilacak, dites, dan dikarantina.

Baca juga: Menkes Budi: Butuhkan 363 Juta Suntikan Vaksin dalam Setahun 

Adapun sistem yang telah dirancang oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah:

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

1. Tes

Tes minimal 1/1.000 penduduk/minggu. Kecepatan keluarnya hasil <24 jam sejak spesimen diterima. Langkah nyatanya adalah:

- Meningkatkan akses, kapasitas, dan efisiensi lab PCR.

- Penggunaan rapid diagnostic test antigen (RDT-Ag) dalam pemeriksaan kontak erat.

- RDT antigen sudah didistribusikan dan digunakan di tujuh provinsi prioritas.

- Diberlakukannya Entry (hari pertama karantina) dan Exit Test (hari kelima karantina) untuk mendeteksi kasus lebih cepat dan meningkatkan kepatuhan karantina.

Baca juga: Menkes Ungkap Alasan Pentingnya Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia 

2. Lacak

Melakukan pelacakan 15 hingga 30 kontak erat per kasus. Konfirmasi dalam waktu <72 jam. Langkah penerapannya terkait metode pelacakan adalah:

- Pelatihan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk aktif terlibat sebagai contact tracer covid-19.

- Babinsa dan Bhabinkamtibmas akan secara bertahap didampingi oleh Petugas Puskesmas (OJT).

3. Isolasi

Pasien tidak bergejala dan bergejala ringan isolasi di luar rumah sakit (RS). Hanya pasien bergejala sedang dan berat yag dirawat di rumah sakit. Langkah yang dilakukan:

- Mendorong desa dan kecamatan untuk membuat shelter isolasi.

- Babinsa dan Bhabinkamtibmas terlibat meningkatkan kepatuhan dan pemantauan karantina dan isolasi mandiri.

- Mendorong pemberdayaan masyarakat untuk mendukung keberhasilan karantina dan isolasi.

- Masa karantina menjadi minimal 5 hari. Hal ini juga dapat menjadi dorongan untuk peningkatan kepatuhan karantina.

Baca juga: Menkes: Vaksinasi Covid-19 untuk Tenaga Publik Termasuk TNI-Polri Dimulai Maret 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini