Strategi Baru BPJS Kesehatan Tingkatkan JKN-KIS

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 19:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 481 2374458 strategi-baru-bpjs-kesehatan-tingkatkan-jkn-kis-WgdBwmy8oW.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

BPJS Kesehatan berupaya melakukan optimalisasi sinergi lintas sektoral dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, manajemen fasilitas kesehatan, tenaga medis, pemberi kerja, asosiasi fasilitas kesehatan, organisasi profesi, akademisi, pakar, dan stakeholders untuk membangun ekosistem Program JKN-KIS yang ideal.

"BPJS Kesehatan menciptakan Program “BPJS Kesehatan Mendengar” guna menjaring berbagai masukan dan saran yang konstruktif dari para stakeholders JKN-KIS tersebut," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti dalam konferensi pers Kick Off BPJS Kesehatan Mendengar, Jakarta, Senin (8/3/2021).

BPJS Kesehatan

Hal ini dikarenakan, demi meningkatkan mutu layanan dan mendongkrak kepuasan peserta JKN-KIS. Serta membantu melakukan pemetaan kebutuhan stakeholders untuk kami jadikan evaluasi, masukan, dan acuan dalam mengelola Program JKN-KIS lima tahun ke depan.

"Bahkan tidak menutup kemungkinan, bila suara mereka akan menjadi sasaran strategis jangka panjang BPJS Kesehatan," terangnya.

Lebih lanjut, program ini menggunakan tiga metode, yaitu melalui pertemuan offline atau kunjungan langsung ke pemangku kepentingan, melalui pertemuan online, serta melalui e-Form, yakni formulir elektronik yang akan diedarkan BPJS Kesehatan untuk diisi oleh para pemangku kepentingan.

Kemudian hasil kegiatan selanjutnya akan dikompilasi, dan menjadi masukan bagi penyusunan strategi organisasi. Lalu demi peningkatan mutu layanan, kepuasan peserta serta menjaga keberlangsungan Program JKN-KIS.

Baca Juga : 7 Potret Maria Vania Tetap Seksi Pakai Busana Tertutup, Idaman Banget!

Baca Juga : Potret Putri Moeldoko, Joanina Rachma yang Cantik Memesona

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono mengatakan, terdapat sejumlah upaya yang harus dilakukan untuk menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS

"Antara lain dengan menyesuaikan besaran iuran, redefinisi paket manfaat JKN berbasis kebutuhan dasar kesehatan dan rawat inap standar, peningkatan kepatuhan pembayaran iuran (khususnya dari sektor informal atau Pekerja Bukan Penerima Upah/PBPU), dan perbaikan tata kelola JKN," terangnya.

Selain itu, dalam hal keadilan dan mutu layanan, juga diperlukan penambahan fasilitas kesehatan di daerah, penguatan mutu layanan, serta penguatan manfaat promotif preventif di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini