Sejarah Hari Perempuan Sedunia yang Diperingati Setiap 8 Maret

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 612 2374072 sejarah-hari-perempuan-sedunia-yang-diperingati-setiap-8-maret-qKjFA7uTRV.jpg Hari Perempuan Sedunia (Foto: RNS)

Setiap tahunnya, 8 Maret selalu dirayakan sebagai Hari Perempuan Sedunia alias Hari Perempuan Internasional di seluruh dunia. Ini adalah momen merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik perempuan sambil menyoroti masalah yang mereka hadapi dalam kehidupan sehar-hari, termasuk di lingkungan profesional.

 

Hari Perempuan Sedunia juga menandai seruan untuk bertindak dalam mempercepat kesetaraan gender. Tahun ini, Hari Perempuan Sedunia secara khusus ditandai untuk menyoroti tantangan yang dibawa oleh pandemi Covid-19.

 Hari Perempuan Sedunia

Karena itu, tema Hari Perempuan 2021 kali ini adalah 'Women in Leadership: Achieving an Equal Future in a Covid-19 World' atau 'Perempuan dalam Kepemimpinan: Mencapai Masa Depan yang Setara di Dunia Covid-19'.

Apa latar belakang dirayakannya Hari Perempuan Sedunia?

Menurut laman Your Story, sejarah Hari Perempuan Sedunia dapat ditelusuri ke 28 Februari 1909, ketika Partai Sosialis Amerika menetapkan hari ini untuk menghormati mogok kerja para pekerja garmen di New York.

Namun, perayaan resmi Hari Perempuan Sedunia pertama kali terjadi pada tahun 1911, ketika perempuan dari beberapa negara Eropa (Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss) berpartisipasi dalam demonstrasi. Lebih dari satu juta wanita turun ke jalan untuk menuntut hak memilih dan hak untuk memegang jabatan publik. Perempuan juga memprotes diskriminasi jenis kelamin dalam dunia kerja dan upah yang setara.

Demonstrasi penting lainnya di Eropa, yang dimulai pada 8 Maret 1917, melihat pekerja tekstil wanita di St Petersburg (sebelumnya Petrograd) mengambil alih jalan, yang kemudian berkembang menjadi Revolusi Rusia. Hari itu sebagian besar dirayakan oleh negara-negara komunis dan gerakan sosialis hingga tahun 1967, ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa mengakui hari itu dan mulai merayakannya sebagai Hari Perempuan Internasional yang kita kenal sekarang.

Apa arti penting dari Hari Perempuan Sedunia?

Hari tersebut ditujukan untuk merayakan keperempuanan, dan mengakui pencapaiannya tanpa memandang divisi termasuk di dalamnya nasional, etnis, bahasa, budaya, ekonomi, atau politik.

Ini adalah hari untuk mengakui dan menyadarkan orang-orang tentang hak-hak perempuan dan kesetaraan gender, paritas, dan ajakan bertindak untuk mempercepat kesetaraan perempuan.

Perayaan Hari Perempuan Sedunia kini telah menjadi hari libur nasional di beberapa negara. Namun, hal itu masih diabaikan di beberapa negara, menjadikannya sebagai hari protes sekaligus perayaan. Di beberapa negara, yaitu Bulgaria dan Rumania, Hari Perempuan Sedunia dianggap setara dengan Hari Ibu.

Apa yang perlu dilakukan untuk menggapai masa depan yang lebih baik?

Respons sadar gender terhadap Covid-19 membutuhkan dukungan dan perlindungan sosial yang lebih besar bagi pekerja perempuan. UNDP menyerukan investasi dalam sistem perlindungan sosial universal yang tanggap terhadap gender untuk mendukung jaminan pendapatan perempuan.

Selain itu, ada kebutuhan untuk memperluas akses ke layanan pengasuhan anak yang terjangkau agar perempuan dapat tetap tinggal dan kembali bekerja.

Kemudian, Hari Perempuan Sedunia 2021 harus menjadi inspirasi untuk bekerja bersama menuju pembalikan ketidaksetaraan yang sudah berlangsung lama. Ini termasuk pembagian pekerjaan yang tidak setara di rumah, kesenjangan upah berdasarkan gender, dan rendahnya penghargaan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh perempuan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini