BKKBN: Perempuan Berhak Menentukan Kapan Punya Anak!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 612 2374272 bkkbn-perempuan-berhak-menentukan-kapan-punya-anak-Q8JBtKwpY2.jpg Ibu hamil (Foto: Hindustan Times)

Belum sepenuhnya perempuan benar-benar 'merdeka' atas pilihannya. Padahal, perempuan memiliki peran penting dalam mengambil keputusan dari segala aspek kehidupan.

Dalam hal pemberdayaan misalnya, data SDKI 2017 menunjukkan bahwa masih terdapat 10 persen perempuan tidak memiliki keterlibatan dalam pengambilan keputusan rumah tangga.

 BKKBN

Sedangkan, dalam hal kesehatan reproduksi, survey DKT Indonesia tahun 2019 yang dilakukan pada 891 perempuan di tujuh kota besar di Indonesia mengungkapkan bahwa masih terdapat 10 persen perempuan yang tidak mendapatkan izin dari suami untuk menggunakan alat kontrasepsi sebagai langkah perlindungan perencanaan keluarga.

Padahal, Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, dr Eni Gustina, MPH menerangkan, dilahirkan sebagai perempuan itu anugerah karena perempuan berkontribusi melahirkan generasi bangsa. Perempuan akan melahirkan generasi berkualitas ketika mereka paham hak reproduksinya.

"Perempuan berhak untuk menentukan kapan dia akan punya anak, berapa jumlah anak yang diinginkan, jarak anak, dan kapan untuk tidak punya anak lagi," kata dr Eni dalam Webinar #PerempuanSadarPilihan yang diinisiasi Andalan, Senin (8/3/2021).

Di sisi lain, merayakan Hari Perempuan Internasional 2021 berarti berjuang bersama supaya terbentuk kesetaraan gender di kehidupan.

Meski, di masa pandemi ini berdampak besar terhadap perempuan dengan adanya hambatan akses ke layanan kesehatan seksual dan reproduksi dan meningkatkan risiko kekerasan berbasis gender.

"Perempuan telah memimpin dan berperan penting dalam respons Covid-19 di semua sektor, dari kesehatan hingga sains," kata UNFPA Assistant Representative, Dr dr Melania Hidayat, MPH.

"Di Hari Perempuan Internasional ini, marilah kita rayakan perempuan dan kepemimpinan mereka yang membuat dunia menjadi lebih baik. Saat perempuan memimpin, bersama kita menjadi lebih kuat," tambahnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini