Wahai para Suami, Jika Istri Belum Siap Hamil Lagi Jangan Dipaksa!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 612 2374361 wahai-para-suami-jika-istri-belum-siap-hamil-lagi-jangan-dipaksa-B7aUH8nKyz.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BAGI banyak negara di Asia, perempuan apalagi ibu rumah tangga, memang suaranya kerap diabaikan. Mereka dianggap tidak punya cukup peran, selain menjadi ibu bagi anak-anak dan mengurus rumah tangga.

Akibatnya, tidak jarang keputusan yang diambil di sebuah keluarga pun diambil oleh suami tanpa melakukan diskusi dengan pasangannya. Padahal, tidak ada orang yang lebih pantas dimintai pendapat tentang keluarga selain pasangan kita loh.

Psikolog Analisa Widyaningrum menerangkan bahwa perempuan memiliki hak dalam mengambil keputusan, termasuk keputusan untuk memiliki anak atau tidak. Pendidikan yang diperoleh perempuan akan menjadi salah satu fondasi terkuat mereka dalam bersikap.

Ibu Hamil

"Ingat para perempuan, ketika Anda mengambil keputusan itu berarti Anda melindungi tubuh Anda sendiri," terang Analisa dalam webinar, Senin (8/3/2021).

Dia melanjutkan, perempuan yang dapat terlibat dalam pengambilan keputusan apapun dalam hidupnya, berarti dia memiliki kompetensi dalam dirinya. Hal ini yang harus terus diedukasi ke masyarakat sehingga tidak ada perempuan yang merasa tidak punya kekuatan.

"Misalnya kasus si ibu belum siap untuk hamil lagi. Jika dipaksakan, ini akan memengaruhi kesehatan mental si ibu yang mana efek jangka panjangnya yaitu memengaruhi tumbuh kembang anak. Jadi masalah baru," kata Analisa.

Begitu juga kata Dr dr Melania Hidayat, MPH, seorang UNFPA Assistant Representative, ketika pasangan Anda mengingikan untuk punya anak lagi, tapi Anda tidak siap, maka bersuaralah. Beri penjelasan mengapa Anda mengambil keputusan untuk ingin istirahat terlebih dulu.

"Yang mengandung itu perempuan. Jadi, perempuan punya hak atas tubuhnya apakah dia menginginkan anak lagi atau tidak. Boleh berdiskusi dengan suami soal rencana nambah anak, tapi keputusan final itu ada pada perempuan," paparnya.

Perempuan memiliki hak pribadi dan ini yang mestinya disadari oleh para pria. Karena itu, Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, dr Eni Gustina, MPH, mengharapkan para suami belajar untuk menghargai keputusan perempuan.

"Jika istri belum siap untuk memiliki anak lagi, maka jangan dipaksa. Hargai keputusan istri karena perempuan memiliki hak pribadi atas dirinya," tutur dr Eni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini