BPOM Terbitkan EUA Vaksin AstraZeneca dengan Kemanjuran 62%

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 09 Maret 2021 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 481 2374784 bpom-terbitkan-eua-vaksin-astrazeneca-dengan-kemanjuran-62-H3ba2sARCd.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: USC News)

Pemerintah mendatangkan 1,1 juta dosis vaksin Astrazeneca dalam bentuk jadi, Senin (8/3/2021). Upaya ini dilakukan untuk mencukupi cakupan vaksinasi yang dibutuhkan untuk masyarakat.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menjelaskan bahwa jumlah 1.113.600 vaksin AstraZeneca bentuk jadi tersebut merupakan bagian awal dari batch pertama pemberian vaksin melalui jalur multilateral COVAX Facility.

 Kepala BPOM

Rencananya, Indonesia akan memperoleh 11.704.800 vaksin bentuk jadi di batch pertama dan hal tersebut akan selesai sampai Mei 2021. Kedatangan vaksin AstraZeneca ini sejatinya merupakan tahap keenam kedatangan vaksin Covid-19 di Indonesia.

Dengan datangnya vaksin AstraZeneca tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menerangkan bahwa vaksin tersebut sudah bisa dipergunakan sesuai dengan emergency use authorization (EUA) yang sudah dikeluarkan Badan POM pada 22 Februari 2021.

"Berdasar hasil kajian, kami menerbitkan izin penggunaan darurat atau EUA vaksin AstraZeneca pada 22 Februari 2021 dengan nomor 215181001413a1," ungkap Kepala Badan POM Penny K. Lukito, dalam siaran daring, Selasa (9/8/2021).

Dia menambahkan, pengajuan EUA vaksin AstraZeneca diajukan dalam dua jalur, yakni jalur multilateral dan bilateral yang didaftarkan oleh AstraZeneca Indonesia. Beberapa negara lain pun sudah mengeluarkan EUA untuk vaksin buatan Inggris tersebut seperti Korea Selatan dan Arab Saudi.

Lebih lanjut, Badan POM pun sudah melakukan evaluasi dengan melibatkan berbagai ahli. Didapati hasil evaluasinya bahwa vaksin AstraZeneca merangsang pembentukan antibodi pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas meningkat 32 kali. Sedangkan pada lansia meningkat 21 kali.

"Soal efikasi, vaksin AstraZeneca itu efikasinya 62,1 persen dan ini sesuai dengan standar WHO yang minimal 50 persen," ungkapnya.

Penny melanjutkan, vaksin AstraZeneca diberikan kepada kelompok usia di atas 18 tahun, termasuk di dalamnya para lansia. Pemberian vaksin dilakukan dua dosis dengan jeda waktu antara dosis pertama dengan dosis kedua selama 4 hingga 12 minggu.

Sebelumnya, pada 16 Februari 2021 Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan EUA untuk vaksin AstraZeneca sehingga vaksin tersebut dapat dipergunakan secara global. WHO telah menilai data kualitas, keamanan, dan kemanjuran, rencana manajemen risiko, dan kesesuaian program vaksin AstraZeneca dalam waktu kurang dari empat minggu.

Vaksin tersebut ditinjau Kelompok Penasihat Strategis Ahli Imunisasi WHO yang merekomendasikan vaksin untuk semua kelompok usia 18 tahun ke atas.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini