Perkuat Sistem Tracing, Pemerintah Sebarkan 80 Ribu Tracer ke Puskesmas

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 09 Maret 2021 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 481 2374801 perkuat-sistem-tracing-pemerintah-sebarkan-80-ribu-tracer-ke-puskesmas-HpYw0HvxAx.jpg Pandemi virus corona (Foto: Fierce Biotech)

Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pihaknya akan memberdayakan lebih banyak puskesmas dalam melakukan tracing kepada masyarakat selama masa pandemi Covid-19. Hal tersebut ia ungkapkan pada Rapat Rakornas yang disiarkan live di channel YouTube BNPB Indonesia, Selasa (9/3/2021).

Menurutnya, beberapa hal penting yang bisa dilakukan adalah pengelolaan di lini hulu berkaitan dengan tracing. Strategi penguatan tracing dapat dilakukan dengan memberdayakan puskesmas menjadi lebih aktif dibandingkan dengan sebelumnya.

 Wamenkes Dante

“Kita sudah melatih kira-kira 80 ribu Babinsa dan Babhinkamtibnas, mereka yang akan menggantikan tenaga-tenaga surveilance di puskesmas yang saat ini tidak mencukupi, yang jumlahnya sekira 6 ribu orang untuk menjadi tracer,” ungkap Wamenkes Dante.

Lebih lanjut, Wamenkes Dante mengatakan, Babinsa dan Babhinkamtibmas adalah tracer yang akan kita gunakan untuk mencari jumlah kasus. Rencananya sebanyak 80 ribu orang tersebut akan disebar di 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia. Tujuannya agar proses tracingnya menjadi lebih baik.

“Perubahan lainnya adalah treatment. Kita sudah banyak belajar dari pengalaman, bahwa pengelolaan dan pengobatan Covid-19 ini semakin lama semakin lebih baik. Dari awal kita belajar ketika kematiannya masih tinggi, sekarang kematian sudah semakin rendah,” sambunganya.

Wamenkes Dante mengatakan, tingkat kematian yang semakin rendah, disebabkan akibat evaluasi dari pengelolaan dan pengobatan Covid-19 berdasarkan evidence base. Saat ini pemerintah telah memberi buku petunjuk penatalaksanaan Covid-19 dan dibagikan ke semua dokter di Indonesia.

“Dengan begitu, maka semua dokter akan memiliki standar prosedur penanganan yang sama. Tugas lain adalah melakukan distribusi obat yang merata ke seluruh Indonesia. Ini akan menjamin fatality ratenya menjadi lebih rendah. Dengan angka seleksi tracing yang lebih dini, pengobatan lebih terstandar, logistic obat lebih baik, kita harapkan perubahan ini dapat menekan angka kematian Covid-19,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini