Perempuan Kerap Alami Pelecehan Lewat Ponsel, Ini 4 Cara Mencegahnya

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Selasa 09 Maret 2021 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 612 2374597 perempuan-kerap-alami-pelecehan-lewat-ponsel-ini-4-cara-mencegahnya-Ajg55tmrZW.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEREMPUAN kerap mengalami pelecehan seksual lewat ponsel. Tentu hal ini harus dicegah agar tidak mengancam diri sendiri.

Umumnya, pelecehan seksual tersebut terjadi melalui telepon atau sms. Mayoritas datang dari orang tak dikenal, dan hanya sebagian kecil pelaku yang berhasil teridentifikasi.

Contoh-contoh dari perilaku pelecehan ini adalah meminta atau menerima gambar tak senonoh, memaksa korban untuk berdiskusi tentang seks, atau memberikan komentar tak senonoh tentang penampilan atau bagian tubuh korban.

Para pelaku biasanya adalah mantan pacar, kenalan, teman sekelas, orang asing, dan bahkan penguntit di jalan. Sementara korban berasal dari berbagai latar belakang, yakni ibu rumah tangga, mahasiswa, pelatih olahraga, serta karyawan.

 Pelecehan

Sebuah survei yang dilakukan oleh Awas Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) pada tahun 2020 menemukan, sekira 67% perempuan Indonesia mengaku menerima pelecehan seksual online selama pandemi.

Komnas Perempuan juga menemukan bahwa pada tahun 2020, laporan pelecehan seksual siber meningkat sebanyak 348% dari tahun sebelumnya. Dari 1.636 kasus terlapor, mayoritas merupakan ancaman untuk menyebarkan media tak senonoh (37,5%), pornografi balas dendam (15%), dan penuntutan gambar atau video tak senonoh (10,4%).

Begitu juga studi Truecaller di lima negara dengan kasus pelecehan seksual yang tinggi. Yakni Brasil, India, Kolombia, Mesir, dan Kenya.

Hasil studi menunjukkan, 80% perempuan pernah mengalami pelecehan dan gangguan melalui ponsel. Gangguan yang dialami perempuan di negara-negara ini tidak jarang bersifat seksual.

"Misalnya 1 dari 3 perempuan Mesir dan 1 dari 5 perempuan India pernah menerima telpon atau SMS pelecehan secara seksual," ungkap Perwakilan Truecaller Lindsey LaMont.

Untuk menghindari pelecehan seksual lewat ponsel, ada beberapa hal yang bisa dilakukan para perempuan. Berikut ulasan selengkapnya.

Unduh aplikasi identifikasi pelecehan

Umumnya aplikasi bermanfaat untuk memblokir atau spam nomor penelepon.

Jika panggilan masih tetap masuk, segera tutup telepon, laporkan, dan blokir melalui aplikasi untuk memastikan mereka tidak dapat menghubungi lagi.

Mintalah bantuan dari pihak berwenang setempat

Laporkan semua jenis komunikasi yang membuat Anda merasa tidak aman dan terancam, bila penelepon terus mengganggu.

Bicarakan masalah ini dengan orang-orang di sekitar Anda

"Semakin banyak dibicarakan, semakin mudah pula membawa perubahan dan solusi untuk melawan isu sosial ini,” ujar Lindsey.

Laki-laki juga mempunyai peran. Mereka sepatutnya menjadi teman bagi mereka yang mengalami pelecehan. Artinya, tidak meremehkan masalah yang mereka alami, dan selalu hadir ketika mereka membutuhkan bantuan.

Tegur pelaku

“Bila Anda mengenal pelecehan online, beranikan diri untuk menegur mereka. Jelaskan mengapa hal tersebut tidak pantas dilakukan.

Edukasi dan pemberian tekanan sosial seperti ini sangat penting agar semua orang paham tentang perilaku apa saja yang tidak pantas dilakukan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini