Sulit Dapat Buah Hati? Kenali 4 Gangguan Ovulasi yang Sering Terjadi

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 10 Maret 2021 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 612 2375590 sulit-dapat-buah-hati-kenali-4-gangguan-ovulasi-yang-sering-terjadi-ecLqEoyERZ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SETIAP bulan perempuan akan mengalami proses ovulasi jika tidak dibuahi. Ovulasi adalah proses ketika sel telur yang sudah matang dikeluarkan dari ovarium ke tuba falopi untuk dibuahi.

Ovulasi juga sering disebut sebagai masa subur perempuan. Di mana jika mereka melakukan hubungan pada waktu tersebut, kemungkinan peluang untuk hamil menjadi lebih besar.

Akan tetapi, ada beberapa perempuan yang mengalami gangguan ovulasi sehingga sel telur gagal matang. Akibatnya, mereka pun tidak dapat dibuahi oleh sperma. Hal tersebut terjadi karena sel telur tersebut tidak dilepaskan oleh indung telur (ovarium) dan masuk ke tuba fallopi.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Shanty Olivia Febrianti Jasirwan, SpOG menjelaskan, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan gangguan ovulasi pada perempuan.

Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan juga menjadi salah satu faktor terbesar mengapa seorang perempuan dapat mengalami gangguan ovulasi. Ini karena penumpukan lemak berlebih di tubuh dapat menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur.

Ibu Hamil

Nyeri haid

Nyeri haid berlebihan yang disertai nyeri saat berhubungan intim, perdarahan vagina abnormal, nyeri rektum, atau adanya darah saat buang air, bisa menandakan adanya masalah tertentu. Salah satunya adalah endometriosis, yaitu kondisi yang memicu sulit hamil karena timbulnya jaringan lapisan pada rahim yang tumbuh di luar rahim.

Tidak teraturnya suhu basal tubuh

Ketika memasuki masa subur, perempuan biasanya memiliki suhu basal tubuh yang teratur. Suhu tubuh ini bisa dilacak dengan alat khusus yang menyatakan bahwa Anda sedang subur atau tidak.

Selain itu, Anda juga bisa menghitung masa subur secara manual jika Anda memiliki menstruasi yang teratur. Saat ovulasi gagal terjadi, maka suhu basal sulit untuk dilacak. Terkadang suhu naik dan turun yang paling jelas terlihat pada 14 hari di tengah masa subur atau masa periode antar menstruasi.

Berat badan terlalu rendah

Selain obesitas, memiliki berat badan terlalu rendah juga dapat membuat seorang perempuan mengalami gangguan ovulasi. Pada perempuan yang kekurangan berat badan, kadar lemak yang terlalu sedikit akan menyebabkan berkurangnya kadar hormon progesteron dan meningkatnya kadar hormon kortisol.

Perubahan hormonal ini bisa membuat tubuh merasa tidak berada dalam kondisi yang baik dan aman untuk hamil, sehingga akan mengabaikan proses reproduksi dan lebih fokus pada usaha untuk bertahan hidup. Keadaan ini sering terjadi pada perempuan yang mengalami gangguan makan ekstrem, seperti anoreksia.

PCOS

Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) atau sindrom polikistik ovarium adalah gangguan hormon yang terjadi pada perempuan di usia subur. Penderita PCOS umumnya mengalami gangguan menstruasi dan memiliki kadar hormon maskulin (hormon androgen) yang berlebihan.

Hormon androgen yang berlebih pada penderita PCOS dapat mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong-kantong berisi cairan. Akibatnya, sel telur tidak berkembang sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini